Senin, 7 September 2026

Pemkot Tangsel Berikan Panduan Teknis Keselamatan dari Paparan Abu Vulkanik

Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie saat memakaikan sebuah masker kepada anak kecil dalam kegiatan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di sejumlah wilayah Kecamatan Ciputat, Tangerang Selatan, Senin, 5 Juli 2021 malam. (@TangerangNews / Rachman Deniansyah)

TANGERANGNEWS.com-Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mengeluarkan imbauan resmi agar warganya tetap tenang dan tidak terpancing oleh informasi yang belum terverifikasi.

Imbauan ini menyusul peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda yang kini berada pada status Level III (Siaga).

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Tangsel TB Asep Nurdin menjelsakan meskipun posisi gunung tersebut berada jauh dari wilayah Tangsel, pihaknua memandang pentingnya memastikan masyarakat mendapatkan informasi akurat serta tidak mudah terprovokasi kabar simpang siur.

"Kami terus berkoordinasi secara intensif dengan Pemerintah Pusat, BMKG, Badan Geologi/PVMBG, BNPB, serta berbagai pemangku kepentingan terkait untuk memantau perkembangan situasi secara berkelanjutan," katanya, Minggu 6 September 2026.

Asep juga mengimbau masyarakat Tangerang Selatan untuk tetap tenang, tidak panik, tetapi tetap waspada dan disiplin memantau informasi resmi dari BMKG, PVMBG, maupun BNPB.

"Jangan mudah percaya dan menyebarkan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya," ujarnya.

Sebagai langkah antisipasi, Pemkot Tangsel turut memaparkan panduan teknis keselamatan lengkap berdasarkan protokol mitigasi darurat bagi warga:

 

  1.   Gunakan Masker dan Pelindung Mata

Warga disarankan menggunakan masker yang tepat seperti KN95 atau setara karena masker bedah biasa kurang efektif menyaring partikel debu halus. Selain itu, warga dianjurkan memakai kacamata pelindung untuk mencegah iritasi.

"Jika mata terkena abu, jangan dikucek, melainkan segera bilas dengan air mengalir," ujar Asep.

 

  2.   Kurangi Kecepatan Berkendara

Pengendara diminta meningkatkan kewaspadaan ekstra karena jalanan yang terpapar abu vulkanik berpotensi licin.

Kecepatan kendaraan dibatasi maksimal 40 kilometer per jam, menjaga jarak aman dan menyalakan lampu untuk visibilitas.

"Cuci kendaraan secara menyeluruh, bukan sekadar dilap, mengingat abu vulkanik bersifat asam dan dapat memicu karat," tambah Asep.

 

  3.   Tutup Rumah

Warga diimbau menutup rapat ventilasi serta celah rumah menggunakan kertas atau lakban guna meminimalisir masuknya debu ke dalam ruangan.

 

  4.   Kurangi Aktivitas Berat di Luar

Masyarakat diminta mengurangi aktivitas fisik berat di luar ruangan jika kualitas udara buruk. Segera beristirahat dan memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami keluhan seperti batuk, sesak napas, atau iritasi.

"Pastikan selalu memantau perkembangan informasi terkini melalui kanal resmi pemerintah,” tegas Asep.

Tags