TANGERANGNEWS.com-Gunungan sampah terlihat memenuhi salah satu area pemrosesan akhir di Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Sejumlah kendaraan pengangkut sampah dan alat berat masih beraktivitas di sekitar tumpukan tersebut.
Kondisi ini memperlihatkan besarnya volume sampah yang harus ditangani setiap hari di tengah kebutuhan akan fasilitas pengelolaan sampah yang memadai.
Berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) yang tercantum dalam dokumen Pemerintah Kota Tangsel, timbulan sampah di wilayah tersebut pada 2024 mencapai 373.267,45 ton per tahun atau sekitar 1.022,65 ton per hari.
Sampah rumah tangga menjadi sumber terbesar dengan kontribusi sekitar 77,41 persen dari keseluruhan timbulan sampah.
Salah satu fasilitas utama pengelolaan sampah di Tangsel adalah TPA Cipeucang. Berdasarkan dokumen Rencana Induk Pengelolaan Sampah Kota Tangsel 2025–2035, TPA tersebut memiliki kapasitas penerimaan sekitar 400 ton sampah per hari.
Angka tersebut jauh lebih rendah dibandingkan rata-rata timbulan sampah kota yang mencapai lebih dari 1.000 ton per hari.
Persoalan kapasitas semakin terlihat ketika aktivitas TPA Cipeucang sempat dihentikan pada akhir 2025. Pemerintah Kota Tangsel kemudian menetapkan status tanggap darurat pengelolaan sampah.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa ketika fasilitas pemrosesan akhir mengalami gangguan, penumpukan sampah dapat dengan cepat menjadi persoalan di berbagai wilayah kota.
Pemerintah Kota Tangsel telah menyiapkan rencana pengelolaan sampah hingga 2035, termasuk penguatan pengurangan sampah dari sumber, pemilahan, daur ulang, bank sampah, pengolahan sampah organik, serta pengembangan teknologi pengolahan sampah.
Upaya tersebut diperlukan untuk mengurangi ketergantungan terhadap tempat pemrosesan akhir dan menekan jumlah sampah yang berakhir di TPA.
Persoalan sampah di Tangsel masih membutuhkan penanganan secara menyeluruh. Dengan timbunan yang mencapai lebih dari seribu ton setiap hari, pengurangan sampah sejak dari sumber serta peningkatan kapasitas pengolahan menjadi langkah penting agar persoalan serupa tidak terus berulang.