Jumat, 28 Agustus 2026

Rektor UMT Desri Arwen Meninggal Dunia, Pernah Ajar Ngaji Artis hingga Jadi Tokoh Pendidikan Tangerang

Rektor UMT Desri Arwen.(@TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)

TANGERANGNEWS.com— Kabar duka datang dari dunia kependidikan Tangerang, rektor Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT) Desri Arwen meninggal dunia pada Jumat, 28 Agustus 2026, di RS Sari Asih Sangiang, pukul 11.14 WIB. 

Kepergian Desri Arwen meninggalkan duka bagi keluarga, sivitas akademika, serta keluarga besar UMT. 

Semasa hidupnya, ia dikenal sebagai sosok yang mengabdikan diri di bidang pendidikan dan turut mengambil peran dalam perkembangan Universitas Muhammadiyah Tangerang.

Desri Arwen sebelumnya dipercaya menjadi Rektor Universitas Muhammadiyah Tangerang untuk periode 2025-2029. 

Pelantikannya berlangsung di Auditorium Lantai 19 dan dihadiri jajaran pimpinan Muhammadiyah, tokoh pendidikan, sivitas akademika, serta sejumlah tamu undangan.

Saat dilantik sebagai rektor, Desri Arwen sempat menyampaikan cita-citanya mendorong transformasi digital, meningkatkan mutu akademik, serta memperkuat daya saing lulusan UMT di tingkat nasional maupun internasional.

Di balik kiprahnya sebagai pimpinan perguruan tinggi, perjalanan hidup Desri Arwen bermula jauh dari Tangerang. 

Ia berasal dari Padang, Sumatera Barat, dan menempuh pendidikan di salah satu madrasah aliyah di daerah tersebut.

Masa sekolahnya dilalui dengan relatif lancar. Ketika itu, Arwen juga telah mendapatkan beasiswa dari Kementerian Agama. 

Kemampuan akademiknya membuat ia terpilih bersekolah di lembaga pendidikan yang jumlah siswanya dibatasi.

Ia lalu melanjutkan pendidikan ke Institut Agama Islam Negeri (IAIN) yang kini menjadi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta di Ciputat. 

Di tengah masa kuliah, sebuah kesempatan tak biasa datang kepadanya.

Arwen pernah mendapat tawaran untuk mengajar mengaji seorang artis, Gusti Randa.

“Saya ditawari ngajar ngaji artis. Waktu itu Gusti Randa,” ungkap Arwen pada 6 Maret 2020, lalu dikutip dari Vinus.id.

Pertemuan tersebut bermula dari sebuah kejadian yang tidak direncanakan. Ketika itu, saudara Gusti Randa menggelar hajatan di sebuah hotel di Jakarta. 

Arwen yang saat itu menjabat Ketua Ikatan Mahasiswa Minang (IMM) Korwil Ciputat hadir dalam acara tersebut.

“Saya waktu itu Ketua Ikatan Mahasiswa Minang (IMM) Korwil Ciputat. Ketika sedang ditempat hajatan itu, saya dipanggil melalui pengeras suara diminta menghadap ke yang punya hajatan itu,” ungkap Arwen.

Ia kemudian menemui pemilik acara dan berkenalan. Dari pertemuan itulah tawaran untuk mengajar mengaji Gusti Randa datang.

“Saya ditawari ngajar ngaji Gustia Randa. Saya juga sebelumnya ditanya bisa ngaji nggak? Saya jawab saja kalau ngaji mah bisalah. Dari situ, akhirnya saya ngajar ngaji Gusti Randa,” ungkapnya.

Hubungan tersebut kemudian memperluas kesempatan Arwen. Gusti Randa diketahui berteman dengan sejumlah artis lain, seperti Cut Keke, Ria Irawan, dan Novia Kolopaking.

Arwen pun akhirnya turut mengajar mengaji sejumlah artis yang pada masa itu dikenal luas masyarakat.

“Saya mengajar mereka. Artis-artis itu. Nah, khusus buat Ria Irawan, dia mah sudah agak lumayan ngajinya,” kata Arwen.

Pengalaman tersebut menjadi salah satu bagian dari perjalanan hidup Arwen sebelum kemudian dikenal sebagai akademisi dan pimpinan perguruan tinggi.

Ia mengaku senang mendapat kesempatan tersebut. Namun, ada alasan lain di balik kesediaannya mengajar para artis itu.

Arwen menyebut honor yang diterimanya cukup besar dibandingkan penghasilan yang biasa diperoleh saat itu. 

Selain mendapatkan bayaran dari Gusti Randa, ia juga menerima honor dari dua saudara atau paman Gusti Randa.

“Honornya per bulan itu lumayan berlipat-lipat. Selain dapat dari Gusti Randa, Arwen juga juga dapat honor dari dua saudaranya atau omnya Gustri Randa,” tutur Arwen.

Tags Pendidikan Tangerang Tokoh Agama Tangerang Tokoh Tangerang UMT Universitas Muhamadiyah Tangerang