TANGERANGNEWS.com-Kabupaten Tangerang kini memiliki destinasi wisata religi, budaya, dan edukasi baru yang sarat akan nilai toleransi.
Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid meresmikan langsung Pura Parahyangan Agung Bhuwana Raksati yang terletak di Desa Sodong, Kecamatan Tigaraksa, pada Selasa 21 Juli 2026.
Pura ini dibangun dengan proses yang panjang sejak April 2018 hingga rampung pada Maret 2026.
Tidak hanya difungsikan sebagai rumah ibadah umat Hindu, kawasan ini diproyeksikan menjadi daya tarik wisata baru yang terbuka bagi masyarakat luas tanpa memandang latar belakang agama maupun suku.
Dalam sambutannya, Bupati Maesyal Rasyid menekankan bahwa kehadiran pura megah ini menjadi bukti nyata bahwa Kabupaten Tangerang merupakan daerah yang harmonis dan menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi beragama.
"Tempat ini bukan hanya untuk ibadah, tetapi juga menjadi tempat edukasi, agrowisata, dan wisata budaya. Sudah banyak sekolah, termasuk dari Muhammadiyah, Nahdlatul Nahdlatul Ulama, hingga siswa SD dan SMP yang datang untuk belajar mengenal keberagaman," ungkapnya.
Sebagai sebuah destinasi wisata dan edukasi, kawasan pura ini menawarkan daya tarik tersendiri bagi pelancong maupun institusi pendidikan.
Pembangunan Pura Parahyangan Agung Bhuwana Raksati yang memakan waktu 8 tahun ini turut mendapat apresiasi tinggi dari Pemkab Tangerang, karena dinilai memenuhi seluruh ketentuan perizinan, serta mencerminkan semangat gotong royong yang kuat di tengah masyarakat.
Dengan diresmikannya pura ini, Pemkab Tangerang berharap sektor pariwisata daerah, khususnya pada segmen wisata religi dan budaya, semakin berkembang.
Kawasan ini diyakini mampu menarik minat pelancong sekaligus memperkuat kerukunan antarumat beragama di Kabupaten Tangerang.
"Terima kasih kepada komunitas umat Hindu yang telah membuka tempat ini tidak hanya untuk kepentingan ibadah, tetapi juga bagi masyarakat umum. Mudah-mudahan sarana ibadah ini membawa manfaat yang lebih besar dan semakin memperkuat persatuan serta kerukunan di Kabupaten Tangerang," ujar Maesyal.
Perwakilan pengelola pura, Wayan, mengungkapkan kompleks pura ini telah sering dikunjungi untuk kegiatan studi banding oleh perguruan tinggi, sarana pembelajaran luar kelas bagi pelajar, hingga dimanfaatkan sebagai lokasi fotografi pranikah (prewedding).
Menariknya, pengelola membuka pintu seluas-luasnya bagi masyarakat umum yang ingin berkunjung atau menikmati keindahan arsitektur dan keasrian kawasan tersebut tanpa dipatok biaya tiket masuk.
"Kami juga membuka tempat ini untuk masyarakat yang ingin melakukan foto prewedding atau berkunjung. Tidak ada tarif yang ditentukan, hanya tersedia kotak amal secara sukarela," jelas Wayan.