Selasa, 4 Agustus 2026

Kekeringan di Kabupaten Tangerang Meluas, 13 Kecamatan Krisis Air Bersih

Sejumlah ibu-ibu mengantre air bersih akibat kekeringan di Kabupaten Tangerang.(@TangerangNews / Muhamad Yusri Hidayat)

‎TANGERANGNEWS.com-Dampak dari fenomena El Nino Godzilla yang terjadi di Kabupaten Tangerang semakin meluas. Hingga saat ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang mencatat sedikitnya terdapat 13 kecamatan di wilayah tersebut yang mengalami krisis air bersih. 

‎Kepala BPBD Kabupaten Tangerang Achmad Taufik mengatakan fenomena ini telah terjadi sejak Mei 2026 dan diprediksi akan terus berlangsung hingga Oktober 2026.

‎"Dari dampak kemarau panjang, terjadilah kekeringan, kekeringan ini menyebabkan beberapa masalah, di antaranya kekurangan air bersih, kebakaran, dan potensi puso atau gagal panen pada lahan pertanian," ujarnya, Selasa 4 Agustus 2026.

Taufik menjelaskan cuaca ekstrem tersebut menyebabkan kemarau panjang yang berdampak pada krisis air bersih di 64 Desa/Kelurahan yang tersebar di 13 kecamatan.

‎Rinciannya yakni Kecamatan Legok, Tigaraksa, Jambe, Panongan, Rajeg, Kronjo, Curug, Kelapa Dua, Cikupa, Sukadiri, Balaraja, Mekar Baru serta Pagedangan.

‎"Terkait dengan kebutuhan air bersih hingga saat ini, kekeringan melanda 13 kecamatan di kabupaten Tangerang, kemudian 64 desa atau kelurahan," jelas Taufik.

‎Akibat bencana kekeringan ini, sebanyak 1.565 KK atau 6.260 jiwa mengalami krisis air bersih. 

‎Ia menambahkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan instansi terkait seperti PMI, Perkim, PDAM, serta swasta untuk mendistribusikan bantuan air bersih pada warga yang terdampak. "Alhamdulillah seluruhnya air terpenuhi," tuturnya.

Tags Air Bersih Air Bersih Tangerang BPBD Kabupaten Tangerang Cuaca Ekstrem Cuaca Panas Cuaca Tangerang El Nino Kabupaten Tangerang Tangerang Kekeringan