Rabu, 24 Juni 2026

Sistem SPMB Kota Tangerang Kerap Dihujani Serangan Siber

Diskominfo Kota Tangerang siapkan server khusus guna menunjang kelancaran proses pra-SPMB untuk jenjang SD maupun SMP.(@TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)

TANGERANGNEWS.com-Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Tangerang memperketat keamanan digital selama pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026.

Sebab, sistem aplikasi pendaftaran terpantau terus dihujani serangan siber dari pihak luar yang mencoba mengganggu kelancaran proses penerimaan siswa baru tersebut.

 

Serangan Flooding pada Pagi Hari

Kepala Diskominfo Kota Tangerang Mugiya Wardhany, membenarkan adanya lonjakan aktivitas siber yang mencurigakan dan berpotensi mengancam sistem SPMB.

Adapun jenis serangan yang paling banyak terdeteksi adalah flooding, yaitu upaya membanjiri lalu lintas jaringan secara massal agar sistem menjadi lambat atau bahkan lumpuh total (down).

"Serangan itu kedeteksi, banyak. Polanya seperti banyak yang mencoba masuk untuk membuat sistem ini down atau lambat, dan aktivitas ini biasanya menguat di pagi hari. Sempat ada beberapa waktu pengguna merasakan akses agak lambat atau beberapa menit tidak bisa diakses akibat hal tersebut," ungkapnya kepada Tangerangnews, Rabu 24 Juni 2026.

Meski demikian ia tidak menyebut berapa jumlah serangan tersebut selama proses SPMB berlangsung.

 

Pengamanan Berlapis untuk Cegah Kebocoran Data

Berkaca dari insiden kebocoran data pendaftar SPMB yang sempat terjadi di daerah lain seperti Kota Batam, Mugiya menegaskan bahwa sistem di Kota Tangerang dibuat jauh lebih aman karena memiliki pengamanan yang berlapis (layered security).

Diskominfo telah menyiagakan tim dari bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) untuk terus mengawasi sistem, agar serangan tersebut dapat langsung ditangani dan tidak sampai merusak jalannya proses pendaftaran.

"Tim bersiaga penuh selama 24 jam untuk memantau dan menghalau setiap serangan yang masuk," ujar Mugiya.

Selian itu, ada tim Computer Security Incident Response Team (CSIRT) tersertifikasi yang mengawal seluruh proses dari tahap pengembangan aplikasi SPMB.

"Sebelum aplikasi digunakan secara massal, sistem telah melalui tahap staging dan stress test untuk mengukur sejauh mana aplikasi mampu menahan lonjakan akses dan serangan siber," katanya.

Diskominfo juga telah memperbarui sistem benteng pertahanan digital (firewall) dengan teknologi yang jauh lebih mumpuni dibanding tahun sebelumnya.

"Guna mencegah penyusupan virus atau malware berbahaya, format unggahan dokumen pendaftaran (seperti Kartu Keluarga) telah dikunci rapat hanya untuk ekstensi tertentu saja," pungkasnya.

Mugiya justru mengkawatirkan kelalaian dari sisi pengguna, yakni orang tua murid saat melakukan pendaftaran SPMB. "Contoh menitipkan password akun pendaftarannya kepada orang lain. Makanya harus terus kita beri imbauan dan edukasi. Kalau dari sisi server, insyaallah aman," tutupnya

 

 

Tags Berita Kota Tangerang Dinas Kominfo Kota Tangerang Kota Tangerang SPMB 2026 SPMB 2026 Kota Tangerang