Kamis, 16 April 2026

Kemnaker Gandeng TikTok Cetak 100 Ribu Konten Kreator Lewat Program BISA

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menjalin kerja sama dengan TikTok untuk program BISA dalam rangka menguatkan sistem ekonomi digital. (@TangerangNews / Fahrul Dwi Putra)

TANGERANGNEWS.com- Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menggandeng TikTok Indonesia untuk memperkuat kesiapan tenaga kerja menghadapi perubahan pola kerja di era ekonomi digital. 

Kolaborasi ini diwujudkan melalui program Belajar dan Implementasi Skill Adaptif Bareng TikTok (BISA) Bareng TikTok.

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengatakan, kerja sama tersebut didorong oleh pesatnya perkembangan ekonomi digital di Indonesia yang kini menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional.

“Perkembangan ekonomi digital membuka peluang penghasilan tambahan yang fleksibel, terutama melalui tren discovery commerce, ketika konsumen menemukan produk melalui konten digital yang informatif dan menghibur. Ini membuka ruang kerja baru yang harus disambut dengan kesiapan keterampilan yang memadai,” kata Yassierli, Rabu, 15 April 2026.

Ia menilai, transformasi digital telah menggeser cara masyarakat bekerja. Banyak yang saat ini terlibat dalam ekosistem digital sebagai kreator konten, penjual daring, hingga afiliator. 

Namun, kemampuan yang dibutuhkan untuk berkembang di sektor ini belum merata dimiliki oleh tenaga kerja.

“Program ini hadir untuk memberikan pelatihan praktis guna meningkatkan kompetensi tenaga kerja, memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat, sekaligus membangun kapasitas trainer nasional sebagai agen literasi digital,” ujarnya.

Pada tahap awal, program ini diikuti sekitar 1.400 peserta dari berbagai latar belakang. Mereka terdiri dari instruktur, pengelola media sosial instansi, pelaku UMKM, hingga masyarakat umum yang ingin mengembangkan keterampilan di bidang digital.

Pelatihan difokuskan pada praktik langsung, mulai dari teknik menjadi host live streaming hingga pengembangan konten untuk kebutuhan pemasaran digital. 

Selain itu, peserta juga dibekali pendekatan “learning by doing” agar mampu langsung mengaplikasikan ilmu yang diperoleh.

Ke depan, instruktur yang telah mengikuti pelatihan akan dilibatkan sebagai pelatih di berbagai balai pelatihan kerja. 

Pemerintah menargetkan program ini mampu mencetak hingga 100 ribu lulusan dalam satu tahun.

“Tujuan akhirnya adalah penyerapan tenaga kerja dan menumbuhkan kewirausahaan baru, sehingga ekosistem digital kita semakin kuat dan inklusif,” kata Yassierli.

Dari pihak TikTok, dukungan diberikan tidak hanya dalam bentuk pelatihan, tetapi juga penyusunan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan industri. 

Head of Public Policy & Government Relations TikTok Indonesia Hilmi Adrianto menilai kolaborasi ini penting untuk memperluas akses keterampilan digital di masyarakat.

“Melalui program ini, TikTok berkomitmen memberikan dukungan konkret, mulai dari pelatihan praktis hingga pengembangan kurikulum bagi para trainer dan masyarakat umum untuk menjadi content creator, affiliator, maupun pelaku usaha digital,” pungkasnya.

Tags Aplikasi TikTok Berita Ekonomi Kementerian Ketenagakerjaan Konten Kreator Menteri Ketenagakerjaan TikTok