TANGERANGNEWS.com-Upaya pencarian lima jurnalis yang hilang kontak di Selat Sunda saat meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau diperluas hingga ke Perairan Utara Tangerang.
Jajaran Polresta Tangerang, Polda Banten, melalui Satuan Polairud terjun langsung melakukan penyisiran secara intensif hingga ke perairan yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Serang, mencakup kawasan Pulau Cangkir.
Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspadalah Amirullah menyatakan patroli dan pemantauan ini dilakukan untuk memastikan situasi perairan tetap aman, serta memberikan dukungan penuh terhadap operasi SAR gabungan.
"Kami tetap melakukan pemantauan di wilayah perairan kami. Sampai dengan patroli dilakukan, situasi perairan terpantau aman," katanya, dikutip Selasa 15 September 2026.
Meskipun lokasi awal kejadian berada di wilayah perairan Kabupaten Pandeglang, Polresta Tangerang tetap siaga dan proaktif mengawasi perairan yang menjadi yurisdiksinya demi mengantisipasi segala kemungkinan, serta menjaga keselamatan aktivitas di laut.
Berdasarkan hasil penyisiran di sepanjang perairan hukum Polresta Tangerang hingga batas laut Serang, petugas hingga saat ini belum menemukan tanda-tanda atau petunjuk terkait keberadaan para jurnalis yang dilaporkan hilang.
Selain memantau perkembangan pencarian korban, pihak kepolisian juga memberikan perhatian khusus pada faktor cuaca dan gelombang laut yang dinamis akibat aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.
Melalui patroli berkala, Polresta Tangerang turut mengimbau para nelayan dan masyarakat agar senantiasa waspada.
"Kami mengimbau masyarakat yang melakukan aktivitas di laut agar tetap memperhatikan kondisi cuaca dan gelombang serta mengikuti informasi dan arahan dari pihak berwenang," ujarnya.
Polresta Tangerang memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di kawasan perairan tetap kondusif, serta berkomitmen untuk terus melanjutkan pemantauan sebagai langkah preventif sekaligus bentuk solidaritas kepolisian terhadap proses pencarian korban.