Selasa, 27 Januari 2026

Krisis Air Bersih Pasca Bencana, Produsen Pipa HDPE Tangerang Siap Dukung Kebutuhan Infrastruktur

ALVApipe, pabrik pipa HDPE yang berlokasi di Tangerang.(@TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)

TANGERANGNEWS.com-Sejumlah bencana alam yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir di berbagai daerah Indonesia kembali memunculkan persoalan klasik namun krusial, yakni krisis air bersih.

Banjir, longsor, dan pergerakan tanah tidak hanya merusak permukiman warga, tetapi juga melumpuhkan jaringan distribusi air akibat pipa pecah, bocor, atau bergeser dari jalurnya.

Di banyak wilayah terdampak, terputusnya akses air bersih justru menjadi dampak lanjutan yang berlangsung lebih lama dibanding bencananya sendiri.

Kondisi ini menunjukkan bahwa ketahanan infrastruktur air masih menjadi pekerjaan besar dalam upaya mitigasi dan pemulihan pascabencana.

 

Distribusi Air Jadi Tantangan Utama di Wilayah Terdampak

Saat bencana terjadi, kebutuhan air bersih meningkat drastis, baik untuk konsumsi, sanitasi, maupun layanan darurat. Namun sistem distribusi air sering kali tidak siap menghadapi tekanan ekstrem dan perubahan kondisi tanah.

Pipa konvensional yang bersifat kaku rentan mengalami retak atau patah ketika terjadi pergeseran tanah, sehingga memperlambat proses pemulihan.

Akibatnya, distribusi air bersih terhambat dan masyarakat harus bergantung pada suplai sementara, yang tidak selalu memadai untuk jangka waktu panjang.

 

Tangguh Hadapi Kerusakan Infrastruktur

Pipa HDPE (High Density Polyethylene) dinilai sebagai salah satu solusi yang lebih adaptif untuk wilayah rawan bencana.

Material ini memiliki sifat fleksibel namun kuat, sehingga mampu mengikuti pergerakan tanah tanpa mudah mengalami kerusakan struktural.

Selain itu, pipa HDPE menggunakan sistem sambungan yang menyatu, sehingga meminimalkan risiko kebocoran. Karakter ini memungkinkan jaringan distribusi air tetap berfungsi atau dapat dipulihkan lebih cepat pascabencana.

Material Fleksibel Minim Risiko Bocor saat Terjadi Pergeseran Tanah

Keunggulan teknis pipa HDPE terletak pada kemampuannya menahan tekanan internal dan eksternal, termasuk akibat banjir, tekanan tanah, maupun getaran.

Hal ini membuat pipa HDPE semakin banyak dipertimbangkan sebagai material utama dalam pembangunan dan rehabilitasi jaringan air bersih, terutama di daerah dengan risiko bencana tinggi.

Pemilihan material pipa yang tepat menjadi faktor penting agar krisis air bersih tidak terus berulang setiap kali bencana terjadi.

 

Produsen Lokal Siap Dukung Pemulihan Jaringan Air Nasional

Di tengah meningkatnya kebutuhan akan infrastruktur air yang tangguh, peran produsen dalam negeri menjadi semakin strategis. Ketersediaan pipa HDPE yang dapat diproduksi dan didistribusikan dengan cepat menjadi faktor kunci dalam mendukung pemulihan pascabencana.

Sebagai bagian dari industri nasional, produsen lokal diharapkan mampu memenuhi kebutuhan proyek di berbagai daerah tanpa ketergantungan pada pasokan impor.

Menjawab kebutuhan tersebut, ALVApipe, pabrik pipa HDPE yang berlokasi di Tangerang dan merupakan bagian dari ALVA Group, menyatakan kesiapan untuk mendukung kebutuhan pipa HDPE di seluruh Indonesia.

Dengan kapasitas produksi dan standar manufaktur yang terkontrol, ALVApipe mendukung penyediaan pipa untuk jaringan air bersih, sanitasi, serta utilitas lainnya, termasuk dalam situasi pemulihan darurat.

“Krisis air bersih pascabencana sering kali diperparah oleh infrastruktur yang tidak tangguh. Pipa HDPE menjadi solusi yang lebih aman dan berkelanjutan untuk kondisi geografis Indonesia,” ujar Christabelle Priscilla, Chief Marketing Officer dari ALVApipe, Senin 26 Januari 2026.

Seiring meningkatnya frekuensi dan dampak bencana alam, pendekatan preventif melalui pembangunan infrastruktur yang lebih adaptif menjadi semakin penting.

Ketahanan jaringan distribusi air tidak hanya berperan dalam fase pemulihan, tetapi juga menjadi bagian dari strategi mitigasi jangka panjang.

Dengan dukungan material yang tepat dan kesiapan industri dalam negeri, ketahanan infrastruktur air diharapkan dapat mengurangi dampak krisis air bersih di masa mendatang, sekaligus mempercepat pemulihan masyarakat pascabencana.

Tags