Rabu, 20 Mei 2026

Nyeri Dada Seperti Disayat Silet, Waspada Aorta Kompleks yang Mematikan Jika Terlambat Penanganan

Dokter Spesialis Bedah Toraks, Kardiak & Vaskular Siloam Hospitals Lippo Village, dr. Dicky Aligheri Wartono, Sp.BTKV(K), FIHA, FICA, menjelaskan penyakit aorta kompleks.(@TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)

TANGERANGNEWS.com-Penyakit aorta kompleks, khususnya diseksi (robekan) dan aneurisma (pelebaran) aorta, merupakan salah satu kondisi kegawatdaruratan medis paling fatal di dunia kardiovaskular.

Sayangnya, gejalanya yang menyerupai keluhan penyakit ringan membuat banyak masyarakat terlambat mendapatkan penanganan, hingga berujung pada kematian dalam hitungan jam.

Dokter Spesialis Bedah Toraks, Kardiak & Vaskular Siloam Hospitals Lippo Village, dr. Dicky Aligheri Wartono, Sp.BTKV(K), FIHA, FICA, mengungkapkan tantangan terbesar dalam menyelamatkan pasien aorta adalah sempitnya waktu (golden period) dan minimnya pemahaman gejala awal.

 

Gejala Khas

Aorta adalah pembuluh darah terbesar yang keluar langsung dari jantung untuk mengalirkan darah ke seluruh organ tubuh, mulai dari otak hingga kaki.

Ketika lapisan dinding pembuluh darah ini robek (diseksi), darah akan masuk ke sela-sela lapisan dan dapat menyumbat aliran darah ke organ vital.

dr. Dicky menjelaskan gejala utama dari diseksi aorta akut adalah rasa nyeri yang sangat hebat dan muncul secara mendadak.

"Nyerinya sangat khas, digambarkan seperti dada yang disayat, dirobek, atau ditusuk silet. Rasa nyeri ini sering kali menjalar ke punggung, bahkan bisa berpindah dari punggung atas ke bawah mengikuti arah robekan pembuluh darah," jelasnya, Rabu 20 Mei 2026.

Ironisnya, karena rasa nyeri yang menjalar ke punggung atau perut, banyak pasien atau keluarga yang salah mengira kondisi mematikan ini sebagai gejala masuk angin biasa, penyakit maag, atau serangan jantung koroner biasa.

"Keterlambatan diagnosis ini sangat berbahaya karena pada fase akut diseksi aorta, risiko kematian meningkat 1% hingga 2% setiap jamnya dalam waktu 24 hingga 48 jam pertama jika tidak segera mendapatkan penanganan medis yang tepat," tambah dr. Dicky.

 

Faktor Risiko

Berdasarkan data medis, penyakit aorta kompleks ini paling sering mengintai kelompok masyarakat dengan riwayat kesehatan tertentu. Faktor risiko utamanya adalah hipertensi atau tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol.

"Tekanan darah yang kronis dan tinggi terus-menerus memberikan beban hantaman yang sangat kuat pada dinding pembuluh darah aorta. Seiring berjalannya waktu, dinding tersebut bisa melemah, melebar seperti balon (aneurisma), atau langsung robek (diseksi)," tambahnya.

Selain hipertensi, faktor genetik atau kelainan jaringan ikat bawaan juga menjadi pemicu lainnya.

 

Metode Bedah Frozen Elephant Trunk (FET) Sebagai Solusi

Menangani penyakit aorta kompleks yang melibatkan area dada (torakal) hingga perut (abdominal) membutuhkan keahlian bedah tingkat tinggi dan dukungan teknologi mutakhir.

Dulu, operasi pembedahan aorta kompleks harus dilakukan secara bertahap (multi-tahap) yang membutuhkan waktu pemulihan lama dan risiko tinggi bagi pasien.

Namun, di era modern ini, Siloam Hospitals Lippo Village telah menerapkan teknik Frozen Elephant Trunk (FET), yang menjadi standar emas (gold standard) baru di dunia.

Teknik FET adalah metode bedah hibrida (hybrid) yang menggabungkan operasi bedah terbuka konvensional dengan pemasangan komponen stent graft (endovaskular), berbentuk menyerupai belalai gajah yang "dibekukan" di dalam pembuluh darah.

Dengan metode ini, bagian aorta yang rusak di area dada dan perut dapat diperbaiki sekaligus dalam satu kali tindakan operasi.

"Hal ini secara signifikan memangkas waktu operasi, meminimalkan pendarahan, dan mempercepat masa pemulihan pasien di ruang ICU," jelas dr. Dicky.

 

Pentingnya Skrining dan Deteksi Dini

dr. Dicky mengingatkan masyarakat, terutama yang memiliki riwayat darah tinggi, untuk tidak mengabaikan kontrol kesehatan.

"Deteksi dini melalui pemeriksaan fisik secara rutin dan pemeriksaan penunjang seperti CT Scan Kardiovaskular atau Echocardiography sangat disarankan bagi kelompok berisiko tinggi," imbaunya.

Jika Anda atau keluarga mengalami nyeri dada hebat yang menjalar ke punggung secara mendadak, segera bawa ke rumah sakit yang memiliki tim penanganan aorta komprehensif seperti Siloam Hospitals Lippo Village, karena dalam kasus penyakit aorta, setiap detik sangat berharga untuk menyelamatkan nyawa.

Tags Berita Kesehatan Dokter Spesialis Bedah Toraks, Kardiak dan Vaskular Dokter Tangerang Fasilitas Kesehatan Tangerang Penyakit Berbahaya RS Siloam Karawaci Tips Kesehatan