Connect With Us

Belum Punya Alat Rekam Jantung, Kemenkes Bakal Salurkan ke 44 Puskesmas Tangerang

Muhamad Yusri Hidayat | Jumat, 6 Februari 2026 | 21:12

Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono saat berkunjung ke Kabupaten Tangerang, Jumat 6 Februari 2026. (@TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)

TANGERANGNEWS‎-Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia (RI) berencana memberikan bantuan berupa Elektrokardiogram (EKG), sebuah alat yang merekam aktivitas jantung guna mendeteksi gangguan kardiovaskular. 

‎Rencana pemberian EKG ini dilakukan guna melengkapi fasilitas program cek kesehatan gratis (CKG) di seluruh Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) yang ada di Kabupaten Tangerang. 

‎Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono mengatakan, saat meninjau CKG di Puskesmas Cikupa, ia baru mengetahui kalau seluruh puskesmas di Kabupaten Tangerang tidak memiliki alat perekam aktivitas jantung itu. 

‎"Di Tangerang belum ada alat rekam jantung, jadi kalau orang sakit jantung tidak ketahuan, nanti akan kita kasih," kata Dante di Puskesmas Cikupa, Tangerang pada Jumat 6 Februari 2026.

‎Dante menuturkan, realisasi penyediaan alat rekam aktivitas jantung untuk setiap puskesmas di Kabupaten Tangerang itu akan dilakukan pada tahun 2026.

‎"Tahun ini, saya janji 44 puskesmas di Kabupaten Tangerang akan punya alat rekam jantung," tuturnya.

‎Dante menambahkan, saat ini masyarakat bisa melakukan pemeriksaan kondisi kesehatannya melalui program CKG, utamanya mengobservasi penyakit yang tidak memiliki tanda-tanda seperti kencing manis dan hipertensi.

‎"Nah, yang seperti itu dan diketahui ada penyakit nanti akan langsung diobati," tambahnya. 

‎Untuk garis besar pengobatannya, Dante meminta periode perawatan pasien dilakukan selama 15 hari. Dengan begitu, para warga yang belum punya BPJS dapat mengurus pemberkasannya terlebih dahulu. 

‎"Setelah sampai 2 minggu BPJS-nya selesai, mereka bisa melanjutkan pengobatan tanpa putus obat," jelasnya.

‎Dante mengajak masyarakat agar memanfaatkan program cek kesehatan gratis tersebut. Ia menuturkan, pemerintah akan terus meningkatkan pelayanan pada program CKG agar dapat melayani lebih banyak penyakit yang dikeluhkan masyarakat.

‎"Program yang diberikan Bapak Presiden, biayanya itu untuk satu orang itu bisa sampai Rp2 sampai 3 juta. Jadi sayang kalau tidak dimanfaatkan," serunya.

‎Selain itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang Hendra Tarmizi mengungkapkan, Kemenkes turut memberikan alat pemeriksaan USG guna pemantauan kehamilan, pemeriksaan pada organ perut, serta prosedur medis lainnya. 

‎"Alat itu pasti akan sangat membantu, karena kita lebih bisa mendeteksi penyakit-penyakit degeneratif dari awal, jadi bisa kita cepat obatin, sehingga nanti penyakitnya enggak jadi berbahaya," ungkapnya.

HIBURAN
Vapeo Vapestore: Toko Vape Paling Recommended di Kabupaten Tangerang

Vapeo Vapestore: Toko Vape Paling Recommended di Kabupaten Tangerang

Senin, 2 Februari 2026 | 10:11

Memilih toko vape yang tepat adalah kunci mendapatkan produk original dengan harga yang fair. Vapeo Vapestore telah menjadi pilihan utama para vaper di Kabupaten Tangerang

OPINI
Refleksi 1 Tahun Kepemimpinan Gubernur Banten: Sebuah Surat Terbuka

Refleksi 1 Tahun Kepemimpinan Gubernur Banten: Sebuah Surat Terbuka

Kamis, 5 Februari 2026 | 20:38

Dalam balutan seminar nasional itu, Anda memamerkan angka 60 ribu siswa sekolah gratis seolah-olah itu adalah tiket emas menuju surga kesejahteraan.

PROPERTI
Dua Kawasan Summarecon di Tangerang Siap Terhubung Jalur MRT Kembangan-Balaraja

Dua Kawasan Summarecon di Tangerang Siap Terhubung Jalur MRT Kembangan-Balaraja

Kamis, 5 Februari 2026 | 07:29

PT Summarecon Agung Tbk (Summarecon) menyepakati penjajakan awal kerja sama pengembangan jalur MRT Koridor Timur-Barat rute Kembangan- Balaraja dengan PT MRT Jakarta (Perseroda).

TOKOH
Deretan Kasus dan Kontroversi Habib Bahar Bin Smith, Terbaru Diduga Ikut Aniaya Anggota Banser di Cipondoh

Deretan Kasus dan Kontroversi Habib Bahar Bin Smith, Terbaru Diduga Ikut Aniaya Anggota Banser di Cipondoh

Selasa, 3 Februari 2026 | 21:28

Nama Habib Bahar bin Smith kembali muncul dalam kasus perkara hukum. Ulama kontroversial ini ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penganiayaan terhadap seorang anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) di wilayah Cipondoh,

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill