Connect With Us

Jangan Disepelekan, Sensasi Jantung Deg-degan Bisa Jadi Tanda Penyakit Serius

Fahrul Dwi Putra | Selasa, 28 Oktober 2025 | 11:25

Ilustrasi aritmia atau gangguan irama jantung. (@TangerangNews / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com- Keluhan jantung berdebar sering dianggap sepele oleh banyak orang. Padahal, di beberapa kasus, sensasi “deg-degan” itu bisa menjadi tanda adanya aritmia atau gangguan irama jantung yang berpotensi serius bila tidak segera diperiksa.

Fenomena ini semakin sering muncul di kalangan masyarakat perkotaan dan kawasan industri seperti Serang dan Cilegon. 

Penyebabnya ialah pola kerja yang padat, kurang tidur, stres berkepanjangan, serta konsumsi kafein tinggi. Tidak jarang, seseorang baru menyadari gangguan tersebut setelah pemeriksaan medis mendalam.

Aritmia sendiri merupakan kondisi ketika detak jantung tidak berdetak secara teratur, bisa terlalu cepat, terlalu lambat, atau tidak berirama sama sekali. 

Dalam kondisi normal, jantung berdetak 60–100 kali per menit. Namun pada penderita aritmia, sinyal listrik yang mengatur detak jantung terganggu sehingga menyebabkan irama yang kacau.

Jenis aritmia tertentu seperti Fibrilasi Atrium (AFib) bahkan dapat memicu pembekuan darah dan meningkatkan risiko stroke, terutama pada pasien dengan tekanan darah tinggi atau diabetes.

Dokter spesialis jantung Bethsaida Hospital Serang dr. Maizan Khairun Nissa, Sp.JP(K), FIHA, AIFO-K, mengatakan, masyarakat memang sering kali menyepelekan gejala berdebar tersebut tanpa tahu bahayanya.

 “Padahal pada sebagian kasus, aritmia bisa berbahaya, terutama aritmia yang berasal dari ventrikel (bilik jantung). Bedanya, berdebar karena kopi atau stres biasanya singkat dan reda dengan istirahat. Tapi bila detak terasa tidak teratur, berlangsung lama, atau disertai nyeri dada, pusing dan sesak bahkan tidak sadarkan diri, pasien harus segera dibawa ke fasilitas layanan kesehatan,” ujarnya.

Gejala yang muncul bisa berbeda-beda, mulai dari detak jantung tidak beraturan, rasa lemas, hingga sesak tanpa sebab jelas. 

Beberapa pasien bahkan merasakan dada nyeri atau seperti melompat. 

“Kalau gejala ini muncul berulang, jangan ditunda. Aritmia bisa dicegah memburuk jika dideteksi lebih awal,” tambah dr. Maizan.

Ia menjelaskan, faktor risiko aritmia banyak dipengaruhi gaya hidup modern. Begadang, konsumsi kafein berlebihan, dehidrasi, stres emosional, hingga kebiasaan merokok dan pola makan tidak sehat bisa memicu gangguan irama jantung. 

Ketidakseimbangan elektrolit serta tekanan darah yang tidak terkontrol turut memperburuk risiko tersebut.

Untuk mendeteksi dan menangani kondisi ini, Bethsaida Hospital Serang menghadirkan layanan Heart Center terpadu yang dilengkapi fasilitas modern dan tim dokter spesialis berpengalaman. 

Misalnya saja langkah pemeriksaan seperti elektrokardiogram (EKG), Holter monitoring, hingga Electrophysiology Study (EPS) membantu dokter mendeteksi gangguan irama secara menyeluruh.

“Penanganan aritmia tergantung dari jenis kelainan irama yang diderita. Pada kasus bradiaritmia atau irama jantung terlalu lambat, pemasangan temporary pacemaker (TPM) sampai Permanent Pacemaker (PPM) dapat dilakukan sebagai ‘pengganti’ generator listrik jantung. Sedangkan pada kasus takiaritmia atau irama jantung yang terlalu cepat dan tidak beraturan, seperti atrial fibrilasi, premature ventricular contraction dan ventrikel takikardia, prosedur ablasi dapat menjadi pilihan pengobatan,” lanjut dr. Maizan.

Direktur Bethsaida Hospital Serang dr. Tirtamulya menambahkan, pihaknya berkomitmen memberikan layanan kesehatan jantung yang komprehensif melalui berbagai fasilitas yang mendukung.

 “Dengan dukungan teknologi modern dan tim spesialis berkompeten, Bethsaida Hospital Serang memastikan setiap pasien mendapatkan perawatan yang aman, profesional, dan berstandar tinggi,” tutupnya.

OPINI
Supervisi yang Membina, Bukan Sekadar Menilai

Supervisi yang Membina, Bukan Sekadar Menilai

Jumat, 30 Oktober 2026 | 18:29

Bagi sebagian guru, kata “supervisi” masih terdengar seperti jadwal ujian: tegang, penuh persiapan dadakan, lalu lega ketika selesai. Padahal supervisi dirancang untuk membantu guru bertumbuh. Jika hanya berhenti pada pengisian instrumen

PROPERTI
Program Video Competition Sinar Mas Land Diganjar Penghargaan Perhumas PR Excellence Awards 2026

Program Video Competition Sinar Mas Land Diganjar Penghargaan Perhumas PR Excellence Awards 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 22:48

Sinar Mas Land kembali mengukuhkan prestasinya di bidang komunikasi korporasi dengan meraih Juara II Perhumas PR Excellence Awards 2026 untuk kategori Teknologi & Digital PR.

NASIONAL
Polisi Selidiki Viral Teh Kemasan Berbusa yang Dibagikan ke Massa Aksi 28 Oktober

Polisi Selidiki Viral Teh Kemasan Berbusa yang Dibagikan ke Massa Aksi 28 Oktober

Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:04

Polda Metro Jaya akan menyelidiki viralnya video teh kemasan berbusa yang beredar di media sosial setelah aksi penyampaian aspirasi pada 28 Oktober 2026.

TANGSEL
Musim Hujan Tiba, Pemkot Tangsel Antisipasi Banjir hingga Penyebaran Penyakit

Musim Hujan Tiba, Pemkot Tangsel Antisipasi Banjir hingga Penyebaran Penyakit

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:36

Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) memperketat mitigasi banjir sekaligus kewaspadaan terhadap potensi penyebaran penyakit seiring meningkatnya intensitas hujan di wilayahnya.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill