Selasa, 20 Januari 2026

Saldo Tiba-tiba Habis? Kenali Penipuan Modus Wallet Drainer dan Cara Pencegahannya

Ilustrasi Wallet Drainer.(Gemini AI / Rangga Agung Zuliansyah)

TANGERANGNEWS.com-Kasus saldo kripto yang mendadak terkuras tanpa disadari semakin sering terjadi. Salah satu penyebab yang kini banyak digunakan penipu adalah wallet drainer, alat berbahaya yang mampu menguras aset kripto hanya lewat satu persetujuan transaksi.

Ancaman ini menjadi relevan bagi siapa pun yang aktif di ekosistem kripto, terutama pengguna yang rutin berinteraksi dengan Web3 atau memantau market crypto hari ini. Wallet drainer tidak selalu menyerang lewat celah teknis, tetapi sering memanfaatkan kelengahan pengguna.

 

Apa Itu Wallet Drainer dan Mengapa Berbahaya?

Wallet drainer adalah jenis malware yang dirancang untuk mengosongkan wallet kripto secara otomatis. Setelah korban menyetujui transaksi tertentu, drainer akan memindahkan seluruh aset atau aset paling bernilai ke wallet milik pelaku.

Yang membuatnya berbahaya, drainer sering menyamarkan transaksi sehingga terlihat wajar. Bahkan pengguna berpengalaman bisa tertipu karena yang disetujui bukan sekadar transfer biasa, melainkan izin pengelolaan aset melalui smart contract.

Salah satu kasus besar terjadi pada Desember 2022, ketika seorang kolektor kehilangan 14 NFT Bored Ape senilai lebih dari US$1 juta. Penipu menggunakan situs palsu dan kontrak fiktif, sementara korban tidak menyadari bahwa persetujuan transaksi berarti penyerahan aset.

 

Cara Kerja Wallet Drainer di Balik Layar

Wallet drainer modern mampu memindai isi wallet, memilih aset bernilai tinggi, lalu menyiapkan transaksi penipuan secara otomatis. Semua proses dirancang agar cepat dan minim jejak yang mudah dipahami pengguna.

Biasanya, korban diarahkan ke situs palsu yang meniru proyek kripto asli, sering kali lewat iming-iming airdrop, NFT minting, atau kolaborasi eksklusif. Domain yang digunakan dibuat sangat mirip dengan situs resmi.

Tidak jarang, penipu memanfaatkan iklan berbayar di mesin pencari atau media sosial. Pengguna yang terburu-buru bisa salah klik tautan “sponsored” dan masuk ke situs berbahaya tanpa sadar.

 

Mengapa Banyak Korban Berpengalaman Tetap Tertipu?

Data menunjukkan bahwa wallet drainer tidak hanya menjaring pemula. Pada 2023, lebih dari 320.000 pengguna terdampak dengan total kerugian hampir US$300 juta, termasuk transaksi tunggal bernilai lebih dari US$24 juta.

Bahkan pendiri proyek kripto pun pernah menjadi korban. Ini menegaskan bahwa edukasi keamanan harus berjalan seiring dengan literasi teknologi, sesuatu yang sering ditekankan dalam berbagai materi akademi crypto agar pengguna memahami risiko di balik setiap klik dan persetujuan.

Masalah utamanya bukan kurang pintar, melainkan rekayasa sosial yang dirancang sangat rapi, dengan waktu eksekusi yang tepat dan tampilan yang meyakinkan.

 

Cara Mencegah Wallet Drainer Sejak Dini

Langkah paling efektif adalah memisahkan aset. Gunakan hot wallet hanya untuk aktivitas harian, dan simpan aset utama di cold wallet. Dengan begitu, risiko kerugian bisa dibatasi.

Disarankan juga menggunakan beberapa hot wallet dengan fungsi berbeda, misalnya satu khusus airdrop dan satu untuk operasional. Selalu periksa detail transaksi sebelum menyetujui, termasuk izin yang diminta smart contract.

Hindari mengklik tautan iklan berbayar, selalu cek ulang alamat situs, dan gunakan ekstensi keamanan untuk membantu membaca isi transaksi. Perlindungan perangkat juga penting agar malware tidak masuk dari sisi sistem.

 

Kesimpulan

Wallet drainer membuktikan bahwa ancaman kripto tidak selalu datang dari serangan teknis yang rumit, tetapi sering berangkat dari persetujuan yang salah. 

Memahami cara kerjanya dan membangun kebiasaan aman adalah kunci agar saldo tidak terkuras tanpa disadari.

Keamanan wallet bukan soal satu langkah, melainkan kombinasi disiplin, edukasi, dan kewaspadaan setiap kali berinteraksi dengan ekosistem kripto.

 

FAQ

1. Apa itu wallet drainer dalam kripto? Wallet drainer adalah alat berbahaya yang memanfaatkan persetujuan transaksi untuk menguras aset kripto dari wallet pengguna ke wallet pelaku.

2. Apakah wallet drainer bisa menguras saldo tanpa password? Bisa. Wallet drainer tidak mencuri password, tetapi menipu pengguna agar menyetujui transaksi atau izin smart contract yang memberi akses penuh ke aset.

3. Kenapa saldo bisa habis hanya dengan satu klik? Karena satu persetujuan bisa berarti memberikan hak pengelolaan aset, bukan sekadar transfer biasa, sehingga aset bisa dipindahkan sekaligus.

4. Apa tanda-tanda situs yang mengandung wallet drainer? Domain mirip situs resmi, iming-iming airdrop atau NFT mint mendesak, dan transaksi dengan deskripsi tidak jelas atau terlalu umum.

5. Apa langkah pertama jika terlanjur menyetujui transaksi drainer? Segera pindahkan sisa aset ke wallet aman, cabut semua izin smart contract, dan anggap wallet lama sudah tidak aman.

Tags Berita Tekno Kasus Penipuan Kejahatan Siber Kripto Mata Uang Kripto Modus Penipuan Tekno