Peringati HAN 2026, Hotel Santika Indonesia Ajak 43 Anak Jadi General Manager Sehari
Rabu, 29 Juli 2026 | 16:10
Santika Indonesia Hotels & Resorts kembali menggelar program GM For A Day 2026 dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional.
TANGERANGNews.com-Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi belum memastikan akan memberikan sanksi tegas kepada maskapai Citilink terkait ada nya insiden pilot yang di duga mabuk saat akan terbang. Pihak Kementerian sebenarnya menemukan beberapa SOP pemeriksaan yang dilakukan beberapa maskapai penerbangan termasuk Citilink yang tidak prosedural.
Namun, Menteri Perhubungan saat ini hanya mencabut izin lisensi terbang dan sertifikat kesehatan pilot yang kini tengah di proses Badan Narkotika Nasional (BNN) memastikan pilot Citilink mengunakan narkoba.
“Saat ini kami baru memberikan sanksi terhadap oknum pilot Citilink berupa pencabutan izin terbang dan pencabutan sertifikat kesehatannya,” ujarnya.
Sementara itu, menurut Deputi Penindakan BNN Irjen Pol Arman Depari mengatakan, saat ini oknum pilot yang di duga mengunakan narkoba tersebut masih dalam proses pemeriksaan di BNN. “Jika terbukti, mengunakan narkoba oknum pilot Citilink tersebut akan dikenakan pasal narkotika dan pasal pembunuhan berencana,” ujarnya.
Diketahui sebelumnya, oknum pilot Citilink berinisial TP diketahui ngelantur saat dalam pemerkisaan di Bandara Djuanda. Dia diduga saat itu berdasarkan rekaman CCTV sedang dalam keadaan mabuk.
Santika Indonesia Hotels & Resorts kembali menggelar program GM For A Day 2026 dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional.
TODAY TAGPerkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence atau AI) dan pergeseran pola konsumsi informasi ke media sosial (medsos) menjadi tantangan berat bagi industri media digital global maupun nasional.
Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Soekarno-Hatta (Soetta) bersama Polresta Bandara Soetta membongkar jaringan laboratorium gelap (clandestine lab) atau industri rumahan peracikan cairan etomidate.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews