Connect With Us

Liburan Sekolah, 160 Anak Sekitar Bandara Soekarno-Hatta Dikhitan Gratis

Rangga Agung Zuliansyah | Minggu, 29 Juni 2025 | 20:19

Khitanan masal gratis bagi anak-anak yang tinggal di sekitar Bandara Soekarno-Hatta, Kota Tangerang, Minggu 29 Juni 2025. (@TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)

TANGERANGNEWS.com-Bertepatan dengan masa liburan sekolah tahun 2025, PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada hari ini kembali menggelar Program Khitanan Massal Gratis, Minggu 29 Juni 2025.

Program bertema "Khitanan Ceria Bersama Injourney Airports" ini sebagai bagian dari komitmen perusahaan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).

Sebanyak 160 anak dari 20 kelurahan dan desa di sekitar Bandara Soekarno-Hatta ikut berpartisipasi dalam program ini, dengan total anggaran Rp340 juta.

Program ini sekaligus menegaskan komitmen Bandara Soekarno-Hatta untuk terus terlibat aktif dalam program-program sosial melalui kerja sama yang berkesinambungan dengan mitra dan masyarakat sekitar.

Pelaksanaan program ini merupakan hasil kerja sama PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Internasional Soekarno-Hatta dengan Yayasan Mustadafin yang bertindak sebagai mitra pelaksana.

Sejak 2018, kemitraan ini telah mendukung berbagai kegiatan TJSL di bidang kesehatan, seperti pengobatan gratis, bantuan kacamata, alat bantu dengar, dan khitanan massal.

Untuk menciptakan suasana yang ceria dan menyenangkan, Bandara Soekarno-Hatta menyiapkan beragam aktivitas hiburan, mulai dari badut sulap, robot karakter, hingga kegiatan mewarnai dan pembagian doorprize menarik.

Anak-anak peserta juga pulang membawa berbagai souvenir, seperti perlengkapan ibadah, mainan, uang saku, dan makan siang, sehingga mereka dapat menikmati momen khitan dengan penuh senyum dan keceriaan bersama keluarga.

General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Dwi Ananda Wicaksana, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen perusahaan untuk berbagi manfaat langsung bagi masyarakat sekitar.

“Kami berharap melalui program Khitanan Ceria ini, anak-anak dapat menjalani proses khitan dengan nyaman dan bahagia, serta orang tua pun merasa terbantu,” ujarnya.

Dwi Ananda menambahkan pelaksanaan program TJSL ini sejalan dengan Asta Cita Pemerintah dalam penguatan SDM dan kesehatan, sekaligus mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) poin ketiga, yaitu Kehidupan Sehat dan Sejahtera.

“Kami berkomitmen terus berpartisipasi aktif melalui program-program TJSL, salah satunya melalui khitanan massal yang diharapkan dapat mempererat hubungan antara bandara dan masyarakat sekitar,” tambahnya.

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Internasional Soekarno-Hatta juga menyalurkan bantuan TJSL Non PUMK secara simbolis kepada empat penerima dengan total bantuan sebesar Rp100 juta.

Bantuan tersebut meliputi sarana prasarana pendidikan, perlengkapan pengurusan jenazah, penyekatan ruang dan perbaikan atap masjid, serta renovasi sekolah.

Ke depan, masih banyak lagi program TJSL lainnya yang akan terus digulirkan sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab sosial perusahaan.

WISATA
Tak Maksimal Sumbang PAD, Wisata Kabupaten Tangerang Terkendala Regulasi dan Lahan

Tak Maksimal Sumbang PAD, Wisata Kabupaten Tangerang Terkendala Regulasi dan Lahan

Selasa, 6 Oktober 2026 | 19:40

Potensi pariwisata di Kabupaten Tangerang belum memberikan kontribusi maksimal terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

BISNIS
Bos Media Lokal Khawatir Link Tax Putus Trafik, Tolak Sentralisasi Kompensasi Lewat LMK

Bos Media Lokal Khawatir Link Tax Putus Trafik, Tolak Sentralisasi Kompensasi Lewat LMK

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:33

Sejumlah pimpinan media lokal menolak wacana sentralisasi kompensasi penggunaan konten berita melalui Lembaga Manajemen Kolektif (LMK) dalam pembahasan revisi Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill