Connect With Us

Asap Karhutla Terdeteksi Masuk Banten, BMKG Minta Warga Kurangi Aktivitas di Luar

Fahrul Dwi Putra | Jumat, 16 Oktober 2026 | 19:51

Ilustrasi warga memakai masker karena udara buruk. (@TangerangNews / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com- Asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai terdeteksi masuk ke wilayah Banten hingga Jakarta sejak Jumat, 16 Oktober 2026. 

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut asap tersebut berasal dari karhutla yang terjadi di Kalimantan.

Sekretaris Utama BMKG Guswanto mengatakan, berdasarkan citra sebaran asap yang dirilis BMKG pada Jumat pukul 10.00 WIB, deliniasi asap telah terpantau mencapai Banten, Jawa Barat, hingga Jakarta.

"Dari citra sebaran asap wilayah Indonesia yang dirilis BMKG jam 10.00 WIB tadi ya, itu hasil deliniasi terdeteksi asap yang sudah masuk ke wilayah Banten, maupun Jawa Barat, ataupun di Jakarta sendiri," kata Guswanto dikutip dari CNN Indonesia. 

Menurut Guswanto, citra satelit BMKG memperlihatkan sebaran asap di sejumlah wilayah Indonesia. 

Area yang terdampak antara lain Kalimantan dan Sumatera, dengan sebagian sebaran mencapai Sulawesi, Banten, Jawa Barat, serta DKI Jakarta.

"Yang di sekitaran Kalimantan sama Sumatera, itu tersebar di Kalimantan, Sumatera, sama yang sedikit bagian ke Banten, Jawa Barat maupun DKI," ujarnya.

Meski asap telah terdeteksi di Jakarta, BMKG masih memantau kondisi tersebut untuk mengetahui dampaknya terhadap kualitas udara di permukaan. 

Sebab, keberadaan asap yang terdeteksi melalui citra satelit belum otomatis menunjukkan peningkatan konsentrasi polutan di wilayah permukaan.

"Perlu dipantau terus, apakah konsentrasi yang di Jakarta ini benar-benar meningkat di permukaan, atau hanya melintas di lapisan atmosfer atas," katanya.

Guswanto menjelaskan, indikator yang perlu diperhatikan masyarakat adalah kualitas udara, khususnya konsentrasi partikulat PM2.5 dan indeks kualitas udara (AQI).

"Yang paling menentukan risiko kesehatan adalah data kualitas udara (PM2.5/AQI) saat itu, bukan hanya citra satelit sebaran asap," ujarnya.

Sebagai langkah antisipasi, BMKG mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan. 

Warga yang tetap harus beraktivitas di luar juga didorong menggunakan masker dengan kemampuan filtrasi seperti KN95, KF94, atau N95.

"Batasi kegiatan di luar ruangan dulu, lebih baik apa, dibatasi dululah. Kalau olahraga, nge-gym aja di gym, tidak usah lari atau apa di luar ruangan," katanya.

AYO! TANGERANG CERDAS
Menkeu Suahasil Sebut Rencana Pendidikan Gratis SD hingga Perguruan Tinggi Belum Punya Anggaran Khusus

Menkeu Suahasil Sebut Rencana Pendidikan Gratis SD hingga Perguruan Tinggi Belum Punya Anggaran Khusus

Jumat, 25 September 2026 | 10:54

Rencana pemerintah menggratiskan biaya pendidikan negeri dari jenjang sekolah dasar hingga perguruan tinggi masih dalam tahap penyusunan.

BISNIS
Amani Emas Hadir di Pasar Lama Tangerang, Layani Jual Beli hingga Gadai Emas

Amani Emas Hadir di Pasar Lama Tangerang, Layani Jual Beli hingga Gadai Emas

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 17:27

Masyarakat Kota Tangerang kini memiliki pilihan baru untuk menjual maupun menggadaikan emas.

OPINI
Darurat Perundungan, Saatnya Islam Menjadi Solusi Hakiki

Darurat Perundungan, Saatnya Islam Menjadi Solusi Hakiki

Senin, 12 Oktober 2026 | 21:02

Orang tua mana yang tidak hancur hatinya, ketika melihat anaknya tersakiti? Terlebih jika peristiwa menyakitkan itu terjadi di lingkungan sekolah, tempat yang semestinya menjadi ruang aman bagi anak untuk belajar, bertumbuh

TOKOH
KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

Senin, 7 September 2026 | 15:29

‎Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill