200 Perdagang Gulung Tikar Buntut Revitalisasi Pasar Kronjo Mangkrak
Senin, 2 November 2026 | 22:39
Sebanyak 200 pedagang di Pasar Tradisional Kronjo, Kabupaten Tangerang mengalami gulung tikar buntut proyek revitalisasi yang mangkrak.
TANGERANGNEWS.com-Pelaksanaan pleno rekapitulasi suara Pemilu Presiden dan Legislatif 2018 di KPU Kabupaten Tangerang hampir selesai. Hingga saat ini, suara yang selesai dipleno berasal dari 23 Kecamatan.
"Rekapitulasi di tingkat kabupaten sampai dengan tanggal 4 Mei 2019, dari total 29 Kecamatan sudah selesai 23 kecamatan atau sekitar 90 persen," ujar Ketua KPU Kabupaten Tangerang Ali Zainal Abidin, Senin (6/5/2019).
Saat ini lanjut Ali, pihaknya akan menyelesaikan rekapan tingkat kecamatan yang masih belum terselesaikan.
"Untuk yang belum diplenokan tinggal 6 kecamatan, yaitu Pasar Kemis, Panongan, Kelapa Dua, Cikupa, Kosambi dan Rajeg. Rencana pleno hari ini dan besok," ucapnya.
Ali mengungkapan ada beberapa kendala saat pembacaan rekapitulasi, karena waktu pelaksanaan yang tidak banyak. Diantaranya proses pembacaan jumlah suara dari masih-masing kecamatan
"Kendala kami tidak terlalu banyak hanya kami harus membaca secara detail, mulai dari daftar pemilih, surat suara diterima dan yang digunakan sampai perolehan hasil peserta pemilu, dari mulai presiden dan legislatif. Itu memakan waktu 1 jam lebih," ungkapnya.
Ali berharap agar Pleno hari ini dapat terselesaikan dengan tepat waktu. Untuk hari ini ditargetkan selesai 3 hingga 4 kecamatan.
"Sehingga sisanya kita selesaikan di tanggal 7 Mei. Di hari terakhir, sekaligus kita langsung penetapan hasil perolahan DPRD di tingkat Kabupaten Tangerang," tukasnya.(RAZ/HRU)
Sebanyak 200 pedagang di Pasar Tradisional Kronjo, Kabupaten Tangerang mengalami gulung tikar buntut proyek revitalisasi yang mangkrak.
TODAY TAGPerdebatan mengenai pajak pembalut sesungguhnya bukan sekadar persoalan berapa rupiah yang harus dibayarkan perempuan ketika membeli kebutuhan menstruasi. Di balik transaksi kecil di pasar dan toko kelontong itu tersimpan persoalan besar
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews