Connect With Us

Polisi Selidiki Kasus Bullying Siswi SMP Ponpes di Sepatan Timur

Rangga Agung Zuliansyah | Kamis, 1 Oktober 2026 | 21:47

Ilustrasi Bullying. (Istimewa / Istimewa)

‎TANGERANGNEWS.com-Polres Metro Tangerang Kota mulai menyelidiki dugaan kasus perundungan remaja berinisial A, 13, yang diduga dilakukan oleh teman sekelas korban di Pondok Pesantren Al Multazam, Sepatan Timur, Kabupaten Tangerang.

‎Kasi Humas Polres Metro Tangerang Kota, Kompol Gunawan mengatakan pihaknya akan memanggil sejumlah saksi yang berkaitan dengan aksi bullying tersebut untuk dimintai keterangan. 

‎"Perkaranya ditangani Satreskrim Polres Metro Tangerang Kota, dan masih dalam proses penanganan. Sedang proses pemanggilan terhadap para saksi," katanya, Kamis 1 Oktober 2026.

‎Kendati demikian, Gunawan masih belum dapat menjelaskan berapa banyak saksi yang akan dipanggil dalam kasus tersebut. 

‎"Nanti perkembangan selanjutnya akan diinformasikan kembali," katanya. 

‎Di sisi lain, ibu kandung korban bullying, Siti Sujaroh menambahkan, berdasarkan hasil pemeriksaan, terdapat sejumlah luka luar pada tubuh korban, di antaranya pada bagian bibir, kaki kiri, siku tangan kanan, serta bagian samping ketiak kiri.

"Selain luka luar, dia juga mengeluhkan rasa sakit di sejumlah bagian tubuh lainnya seperti ulu hati, paha, punggung dan kepala," katanya.

Menurut Siti, putrinya masih mengalami trauma mendalam imbas ancaman pasca aksi bullying yang diduga dilakukan oleh sejumlah remaja tersebut. 

‎"Masih di rumah, cuma belum kita kasih main. Sebenarnya dia tuh masih trauma, takut dia juga keluar rumah. Enggak mau sekolah, enggak mau ngaji, enggak mau main," ungkapnya. 

‎Oleh karenanya, Siti berharap aparat kepolisian dapat memproses kasus tersebut seadil mungkin sehingga anaknya memperoleh perlindungan dan kepastian hukum atas peristiwa yang dialaminya.

‎"Saya mah pengennya dihukum setimpal biar dia dapat efek jera. Biar anak saya dapat keadilan. Sebagai seorang ibu, siapa yang tega melihat anaknya digituin. Makanya, kami minta aparat penegak hukum dapat segera memproses kasus tersebut," tegas Siti. 

‎Sebelumnya diberitakan, korban A, 13, diduga menjadi korban perundungan oleh sejumlah remaja di kawasan Tanah Merah, Kecamatan Sepatan Timur, Kabupaten Tangerang, pada Jumat malam, 25 September 2026.

‎Peristiwa tersebut viral setelah video aksi perundungan yang dialami korban beredar di media sosial.

‎Dalam video berdurasi sekitar satu menit itu, korban terlihat terduduk lemas di lapangan terbuka sambil dikelilingi sejumlah remaja. Korban tampak mengalami tindakan kekerasan berupa pukulan, jambakan hingga tendangan dari beberapa pelaku.

Pelaku utama perundungan itu berinisial R, teman sekelas di Pondok Pesantren Al Multazam Sepatan. Diduga perundungan dipicu masalah asmara.

WISATA
PLN Sulap Potensi Desa Bandung Pandeglang Jadi Wisata Ramah Lingkungan 

PLN Sulap Potensi Desa Bandung Pandeglang Jadi Wisata Ramah Lingkungan 

Kamis, 3 September 2026 | 10:45

PLN Group mengembangkan Desa Bandung, Kecamatan Banjar, Kabupaten Pandeglang, Banten, menjadi kawasan wisata berbasis energi bersih melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Desa Berdaya Eco-Wisata SiNyonya.

AYO! TANGERANG CERDAS
Menkeu Suahasil Sebut Rencana Pendidikan Gratis SD hingga Perguruan Tinggi Belum Punya Anggaran Khusus

Menkeu Suahasil Sebut Rencana Pendidikan Gratis SD hingga Perguruan Tinggi Belum Punya Anggaran Khusus

Jumat, 25 September 2026 | 10:54

Rencana pemerintah menggratiskan biaya pendidikan negeri dari jenjang sekolah dasar hingga perguruan tinggi masih dalam tahap penyusunan.

BISNIS
Ide Bisnis Makanan di Kawasan Perkotaan dan Cara Menyiapkan Operasionalnya

Ide Bisnis Makanan di Kawasan Perkotaan dan Cara Menyiapkan Operasionalnya

Kamis, 1 Oktober 2026 | 20:07

Kawasan perkotaan memiliki permintaan kuliner yang tinggi karena mobilitas dan gaya hidup penghuninya yang sibuk. Misalnya, area padat seperti Tangerang membuka peluang bagi beragam konsep makanan.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill