Connect With Us

Bangun Infrastruktur Tak Selesai, DPRD Minta Tanggung Jawab Bupati

| Rabu, 26 Desember 2012 | 19:11

Amran Arifin (tangerangnews / rangga)

 

 
TANGERANG-DPRD Kabupaten Tangerang meminta laporan tertulis Bupati Tangerang Ismet Iskandar tentang pertanggungjawaban anggaran pembangunan dari APBD 2012 yang tidak terserap maksimal lantaran banyaknya pembangunan infrastruktir yang tidak selesai.
 
Ketua DPRD Kabupaten Tangerang Amran Arifin mengatakan, berdasarkan temuan di lapangan, banyak sejumlah pembangunan yang tidak dapat diselesaikan pada tahun 2012. Hal ini disebabkan karena proses lelang proyek yang molor.
 
“Ada anggaran pembangunan pada beberapa pos yang tidak terserap maksimal, terutama pembangunan yang urgent untuk masyarakat. Memang proses lelang yang tidak tepat waktu menjadikan proyek jadi menumpuk di akhir tahun, ” katanya, Rabu (26/12).
 
Untuk itu, pihaknya memanggil Sekda dan sejumlah saksi guna menklarifikasi temuan penyerapan APBD 2012 yang tidak maksimal. Pihaknya juga meminta kepada Bupati Tangerang untuk memberi laporan tertulis terkait hal tersebut.
 
“Kita mau tahu kejelasannya kenapa proyek bisa molor. Jika nanti proyek akan akan dilanjutkan atau dihentikan, apa dasarnya dan bagaimana mekanismenya. Payung hukumnya harus jelas,” paparnya.
 
Ditanya jumlah anggaran yang tidak terserap, Amran mengaku belum tahu pastinya. Namun,  menurutnya sangat besar.
 
Salah satu anggaran yang dihapalnya adalah pelaksanaan Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) sebesar Rp 23 miliar, yang terserap hanya Rp 8 miliar. (RAZ)
 
WISATA
Perahu Keramat Berusia Ratusan Tahun Dimandikan di Festival Peh Cun Tangerang

Perahu Keramat Berusia Ratusan Tahun Dimandikan di Festival Peh Cun Tangerang

Jumat, 19 Juni 2026 | 14:05

Ribuan pengunjung dari berbagai daerah memadati Klenteng Koet Goan Bio (Mpeh Peh Cun) Karawaci, Kota Tangerang. Mereka hadir untuk menyaksikan langsung kemeriahan Festival Budaya Pertjon (Peh Cun), sebuah tradisi khas warga Cina Benteng

MANCANEGARA
Malaysia Pangkas Harga Solar Jadi Rp9.000-an per Liter, Ini Alasan di Baliknya

Malaysia Pangkas Harga Solar Jadi Rp9.000-an per Liter, Ini Alasan di Baliknya

Selasa, 23 Juni 2026 | 11:51

Pemerintah Malaysia memutuskan menurunkan harga solar menjadi 2,10 ringgit Malaysia atau sekitar Rp9.061 per liter mulai Juli 2026.

BANDARA
AirNav Indonesia Perkuat Kualitas Layanan Navigasi dengan Australia Lewat Program ITSAP

AirNav Indonesia Perkuat Kualitas Layanan Navigasi dengan Australia Lewat Program ITSAP

Jumat, 3 Juli 2026 | 18:31

AirNav Indonesia dan Airservices Australia (ASA) resmi menutup rangkaian program Indonesia Transport Safety Assistance Package (ITSAP) di Kantor Pusat AirNav Indonesia, Kota Tangerang.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill