Connect With Us

Hardiknas, 22 Warga Binaan di Lapas Pemuda Tangerang Terima Rapor Sekolah Paket

Achmad Irfan Fauzi | Kamis, 2 Mei 2019 | 17:43

Kegiatan pembagian raport bagi warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Tangerang (Lapas Pemuda Tangerang) yang mengikuti program sekolah paket. (TangerangNews/2019 / Achmad Irfan Fauzi)

 

TANGERANGNEWS.com-Peringatan Hari Pendidikan Nasional menjadi momentum berbahagia bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Tangerang (Lapas Pemuda Tangerang) yang mengikuti program sekolah paket.

Sebanyak 22 WBP kelas XII menerima raport sekolah paket C PKBM Tunas Madani di Lapas Pemuda Tangerang, Kamis (2/5/2019).

Kegiatan pembagian raport bagi warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Tangerang (Lapas Pemuda Tangerang) yang mengikuti program sekolah paket

Selain pembagian raport, Lapas Pemuda juga menggelar acara Pelepasan bagi mereka yang lulus paket C.

Tak hanya para WBP, kegiatan ini juga dihadiri oleh seluruh petugas dan wali murid WBP Lapas Pemuda.

Kasubsi Bimkemaswat Lapas Pemuda Tangerang, Gilang Riflianto mengatakan, program sekolah paket C tidaklah menguntungkan bagi pihak Lapas Pemuda.

Namun, mengikuti paket C ini adalah kesempatan emas bagi para WBP yang berada disini untuk memperbaiki hidup.

“Tidak ada untungnya bagi kami jika kalian tidak mau dan kami harus memaksa. Namun selalu saya sampaikan ijazah yang didapat dengan mengikuti paket ini akan dirasakan sepuluh tahun mendatang,” katanya dalam sambutan.

Menurut Gilang, saat ini untuk mendapatkan pekerjaan dibutuhkan legalitas ijazah SLTA sederajat.

Kegiatan pembagian raport bagi warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Tangerang (Lapas Pemuda Tangerang) yang mengikuti program sekolah paket

Gilang juga menyampaikan terimakasih kepada wali murid dari WBP Lapas Pemuda yang hingga saat ini masih terus mendukung berjalannya program Paket ini.

“Kami juga membuka kesempatan selebar-lebarnya jika ada rekan-rekan atau saudara bapak dan ibu yang belum memiliki ijazah dan ingin mengikuti paket untuk mendapatkan legalitas ijazah dengan menempuh,” ucapnya.

Kalapas pemuda Tangerang Jumadi juga berpesan warga binaan untuk selalu mengembangkan potensi yang ada pada diri agar ketika kembali ke masyarakat dapat menjadi generasi penerus bangsa yang bermanfaat.

Sementara itu, Kepala Sekolah PKBM Tunas Madani Slamet Solehudin merasa bangga dengan kemauan murid di Lapas Pemuda Tangerang ini.

Pasalnya, para WPB tersebut tidak patah semangat dan masih mau belajar untuk menjadikan masa depan yang lebih baik.

“Saya yakin dengan kemauan mereka yang terus mau belajar akan menghantarkan mereka kepada masa depan yang lebih cerah,” imbuhnya.(RMI/HRU)

BANTEN
Anaknya Viral di X Gegara Diduga Pakai APBD untuk Bertemu Idol K-Pop, Harta Kekayaan Wagub Banten Dikorek Netizen

Anaknya Viral di X Gegara Diduga Pakai APBD untuk Bertemu Idol K-Pop, Harta Kekayaan Wagub Banten Dikorek Netizen

Kamis, 30 Juli 2026 | 19:41

Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) milik Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah kembali menjadi sorotan publik.

SPORT
Spanyol Rebut Gelar dari Argentina, Ferran Torres Akhiri Perlawanan Tim Tango di Final Piala Dunia 2026

Spanyol Rebut Gelar dari Argentina, Ferran Torres Akhiri Perlawanan Tim Tango di Final Piala Dunia 2026

Senin, 20 Juli 2026 | 07:04

Spanyol berhasil merebut trofi Piala Dunia 2026 setelah menaklukkan juara bertahan Argentina dengan skor tipis 1-0 pada laga final yang berlangsung di New Jersey, Amerika Serikat, Senin, 20 Juli 2026, dini hari WIB.

WISATA
Festival Cisadane 2027 Bidik Target 10 Besar Karisma Event Nusantara

Festival Cisadane 2027 Bidik Target 10 Besar Karisma Event Nusantara

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:46

Penyelenggaraan Festival Cisadane 2026 Kota Tangerang resmi berakhir dengan antusiasme masyarakat yang meriah.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill