Kualitas Udara Kategori Tidak Sehat, Coway Boyong Solusi Filtrasi Canggih ke ICE BSD City
Kamis, 22 Oktober 2026 | 18:50
Kualitas air dan udara di Indonesia kini menjadi perhatian serius di tengah musim kemarau panjang akibat fenomena cuaca ekstrem.
TANGERANGNEWS.com-Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kelas I Tangerang, memprediksi cuaca di Kota Tangerang pada saat Lebaran, Rabu 10 April 2024, akan cerah berawan hingga hujan ringan.
Masyarakat Kota Tangerang diimbau untuk turut memantau prakiraan cuaca, sehingga segala sesuatunya dapat dipersiapkan dan diantisipasi saat peaksanaan Hari Raya Idul Fitri 2024.
Hal itu dikatakan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang Maryono Hasan, Selasa 9 April 2024.
“Kota Tangerang diprakirakan akan mengalami hujan dengan intensitas ringan pada malam menjelang Lebaran. Namun dipagi hari saat Hari Raya Idulfitri akan cerah berawan, lalu siang hari akan kembali hujan sedang hingga ringan di sore hari dan berawan di malam hari,” terangnya.
Ia pun menjelaskan, secara umum jelang Lebaran diperkirakan angin cukup sedang dengan kecepatan 0-10km/jam. Suhu udara berkisar 23-31 derajat celcius dengan kelembapan udara berkisar antara 60 sampai 95 persen.
“Tentunya mendekati Hari Raya Idulfitri kita tetap harus menjaga kondisi tubuh. Selain itu, pastikan kelengkapan menghadapi hujan apabila sedang di luar rumah. jadi kita dapat melaksanakan Hari Raya Idulfitri dengan aman dan nyaman,” ujar Maryono.
Bagi masyarakat Kota Tangerang yang membutuhkan bantuan terkait bencana dan kejadian kegawatdaruratan, BPBD Kota Tangerang memiliki layanan emergency di call center 112 dan nomor piket BPBD 24 jam di 021-5582-144.
Kualitas air dan udara di Indonesia kini menjadi perhatian serius di tengah musim kemarau panjang akibat fenomena cuaca ekstrem.
TODAY TAGSinar Mas Land kembali mengukuhkan prestasinya di bidang komunikasi korporasi dengan meraih Juara II Perhumas PR Excellence Awards 2026 untuk kategori Teknologi & Digital PR.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews