Connect With Us

Bangli Penyebab Siswa Gunakan Masker Dibongkar

| Kamis, 7 Februari 2013 | 14:39

Satpol PP Bongkar Bangli. (tangerangnews / rangga)

 

 
TANGERANG-Empat bangunan liar (bangli) penyebab limbah asap di bantaran Kali Cisadane, Kelurahan Karawaci, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang dibongkar aparat Satpol PP, Rabu (7/2).
 
Pembongkaran tersebut selain karena menimbulkan asap yang mengganggu aktifitas siswa SMPN 13 Kota Tangerang, juga karena melanggar garis sepadan sungai (GSS).
 
Kepala Bidang Penyuluhan dan Pembinaan Satpol PP Kota Tangerang Rudy Haryadi mengatakan, empat bangli tersebut digunakan sebagai tempat usaha seperti pembuatan kikil dan pengepul barang bekas.
 
“Saat membuat kikil, kulit sapi dan kambing dibakar dengan bara, sehingga menimbulkan asap yang menyengat. Begitu juga pengepul barang bekas, kerap membakar sisa barang yang sudah tidak bisa digunakan. Asap itu tertiup angin sampai ke SMPN 13 Kota Tangerang,” ujarnya.
 
Rudy menambahkan, pihaknya hanya membongkar sebagian bangunan, sisanya biar dilakukan pemilik bangli.
 
“Kita beri waktu dua hari pada pemilik untuk membongkar sendiri bangunannya. Kalau tidak kita yang akan bongkar paksa,” katanya.
 
Lurah Karawaci Buceu Gartina mengatakan, bangli tersebut juga melanggar GSS Kali Cisadane. Masih ada sekitar 102 bangli di kawasan tersebut. “Batas GSS adalah 20 meter dari bibir sungai, Rencananya ratusan bangli itu memang akan dibongkar secara bertahap untuk pembangunan turab dan promenade,” pugkasnya.
 
Sementara pemilik bangli yang memproduksi kikil, Kamit mengaku,  kalau produksinya menghasilkan asap yang mengganggu siswa SMPN 13. “Saya baru lima bulan buka usaha. Tapi tidak tahu kalau asapnya ke sekolah, soalnya tidak ada yang protes sih,” katanya.(RAZ)
 
 
MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

AYO! TANGERANG CERDAS
7 Sekolah Swasta Mundur dari Program Sekolah Gratis, DPRD Minta Pemprov Carikan Solusi untuk Siswa

7 Sekolah Swasta Mundur dari Program Sekolah Gratis, DPRD Minta Pemprov Carikan Solusi untuk Siswa

Selasa, 28 Juli 2026 | 14:04

Sekretaris Komisi V DPRD Provinsi Banten, Rifky Hermansyah, meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten menjamin hak siswa yang terdampak setelah tujuh SMA swasta mengundurkan diri dari Program Sekolah Gratis.

BANTEN
Cadangan Listrik Banten Surplus 30 Persen, Pemprov Jamin Kebutuhan Industri

Cadangan Listrik Banten Surplus 30 Persen, Pemprov Jamin Kebutuhan Industri

Rabu, 29 Juli 2026 | 18:37

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten menyatakan ketersediaan energi listrik di wilayahnya saat ini berada dalam kondisi surplus sebesar 30 persen dari total kapasitas daya tampung pemakaian.

BANDARA
Bea Cukai Bandara Soetta Gerebek Lab Etomidate di Perumahan Mewah PIK, 1 WNA Singapura Ditangkap

Bea Cukai Bandara Soetta Gerebek Lab Etomidate di Perumahan Mewah PIK, 1 WNA Singapura Ditangkap

Senin, 20 Juli 2026 | 13:49

Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Soekarno-Hatta (Soetta) bersama Polresta Bandara Soetta membongkar jaringan laboratorium gelap (clandestine lab) atau industri rumahan peracikan cairan etomidate.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill