Connect With Us

Wacana BGN Beri MBG untuk Siswa di Arab Saudi Tuai Kritik, Anggaran Rp132 Juta per Hari Dinilai Lebih Tepat untuk Beasiswa

Fahrul Dwi Putra | Selasa, 2 Juni 2026 | 17:22

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana (@TangerangNews / Redaksi)

TANGERANGNEWS.com- Rencana pemberian Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi sekitar 1.480 siswa Sekolah Indonesia di Arab Saudi menuai kritik. 

Pasalnya, estimasi anggaran yang disebut bisa mencapai lebih dari Rp132 juta per hari tersebut belum menjadi kebutuhan mendesak bagi anak-anak Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Arab Saudi.

Ketua Dewan Perwakilan Luar Negeri (DPLN) PDI Perjuangan Saudi Arabia Sharief Rahmat menilai, alokasi anggaran MBG akan lebih bermanfaat apabila digunakan untuk mendukung pendidikan siswa, seperti beasiswa sekolah maupun kuliah bagi anak-anak PMI.

“Siswa di Sekolah Indonesia Jeddah, Makkah, maupun Riyadh tidak mengalami kekurangan gizi. Alhamdulillah, warga negara Indonesia di Arab Saudi tidak pernah mengalami kekurangan makanan maupun gizi,” ujar Sharief di Jeddah, Senin, 1 Juni 2026.

Wacana MBG untuk siswa Sekolah Indonesia di Arab Saudi sebelumnya disampaikan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana saat berada di Jeddah. 

Program tersebut direncanakan menyasar pelajar di Sekolah Indonesia Jeddah (SIJ) dan Sekolah Indonesia Makkah (SIM).

Menurut Dadan, gagasan tersebut muncul setelah adanya aspirasi dari siswa yang ingin merasakan manfaat program MBG sebagaimana yang saat ini berjalan di Indonesia.

Namun, Sharief menilai kondisi siswa Sekolah Indonesia di Arab Saudi berbeda dengan sebagian daerah di Tanah Air yang masih menghadapi persoalan pemenuhan gizi. 

Karena itu, ia mempertanyakan urgensi penerapan program tersebut.

“Bila perlu, biaya pendidikan bagi anak-anak PMI dapat digratiskan. Mereka adalah anak-anak dari para pahlawan devisa negara yang layak mendapatkan dukungan pendidikan,” katanya.

Selain soal prioritas anggaran, Sharief juga meminta pemerintah melakukan kajian yang lebih komprehensif sebelum merealisasikan program tersebut. 

Sebagai alumni SIJ angkatan 2003/2004 yang menempuh pendidikan dari tingkat TK hingga SMA di Arab Saudi, ia mengaku memahami kondisi para siswa dan lingkungan pendidikan Indonesia di sana.

Ia juga mempertanyakan klaim mengenai adanya aspirasi siswa yang menjadi dasar munculnya wacana MBG. 

Menurutnya, kunjungan Kepala BGN ke SIJ dilakukan saat sekolah sedang memasuki masa libur sehingga jumlah siswa yang hadir sangat terbatas.

“Hal ini dikarenakan, kunjungan Kepala BGN ke SIJ saat sedang masa libur sekolah. Kehadiran siswa/i saat itu hanya sebagian kecil, sebagai bentuk seremonial penyambutan,” ujarnya.

Hingga saat ini, rencana pemberian MBG bagi siswa Sekolah Indonesia di Arab Saudi masih dalam tahap penjajakan dan belum diumumkan sebagai program resmi yang akan dijalankan dalam waktu dekat.

AYO! TANGERANG CERDAS
Open Day Syafana Islamic School Banjir Orangtua, Hampir 1.000 Calon Siswa Sudah Daftar

Open Day Syafana Islamic School Banjir Orangtua, Hampir 1.000 Calon Siswa Sudah Daftar

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 23:53

Antusiasme orangtua untuk menyekolahkan anaknya di Syafana Islamic School terbilang tinggi. Hingga Open Day tahun ajaran 2027-2028 digelar, hampir 1.000 calon siswa telah mendaftarkan diri secara online.

BISNIS
Logeski Tawarkan Cara Baru Bersihkan Toilet Tanpa Perlu Banyak Menyikat

Logeski Tawarkan Cara Baru Bersihkan Toilet Tanpa Perlu Banyak Menyikat

Minggu, 13 September 2026 | 06:38

Logeski memperkenalkan Logeski Toilet Bowl Cleaner ke pasar Indonesia dengan konsep no-scrub cleaning.

KOTA TANGERANG
Debit Sungai Cisadane Turun 40 Cm, Wali Kota Tangerang Imbau Warga Hemat Air

Debit Sungai Cisadane Turun 40 Cm, Wali Kota Tangerang Imbau Warga Hemat Air

Sabtu, 12 September 2026 | 17:22

Debit Sungai Cisadane mengalami menurunan hingga 40 sentimeter (cm) dari batas normal. Hal ini memicu langkah antisipasi dari Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang guna memastikan ketersediaan sulai air baku bagi warga.

TEKNO
Hadapi Tantangan Industri Ritel, Aprindo Gandeng UBM Serpong Kembangkan Data Sains dan AI

Hadapi Tantangan Industri Ritel, Aprindo Gandeng UBM Serpong Kembangkan Data Sains dan AI

Rabu, 9 September 2026 | 19:46

Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) berkolaborasi dengan Universitas Bunda Mulia (UBM) dalam pengembangan inovasi serta pemanfaatan data science dan artificial intelligence (AI) di sektor ritel.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill