Connect With Us

Jangan Sekedar FOMO, Dokter Estetika Tekankan Pentingnya Pakai Produk Skincare Berbasis Bukti Ilmiah

Rangga Agung Zuliansyah | Minggu, 14 Juni 2026 | 17:54

dr Imelda Tjoe, AAAM (USA), Mbiomed (AAM), MHum, Mkes., menjelaskan terkait pentingnya produk estetika berbasis bukti ilmiah dalam acara REVOK50 Skinfluencer Advocacy di Hotel Episode Gading Serpong Tangerang, Sabtu 13 Juni 2026. (@TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)

TANGERANGNEWS.com-Di tengah maraknya tren perawatan kulit (skincare) yang berkembang pesat di masyarakat, jaminan keamanan produk dan validitas berbasis bukti ilmiah kini menjadi prioritas utama yang tidak boleh ditawar.

Terlebih, produk skincare atau prosedur estetika yang sedang viral di media sosial mendorong konsumen menjadi FOMO (Fear of Missing Out) hingga nekat menggunakan tanpa menyadari isi kandungannya atau apakah prosedur tersebut aman dan cocok bagi kondisi kulit mereka.

Karena itu, konsumen dituntut untuk semakin kritis dalam memilah produk serta prosedur peremajaan kulit agar terhindar dari risiko efek samping produk maupun malpraktik.

Hal itu ditekankan dalam diskusi dokter estetika bersama pemangku kepentingan industri, serta skinfluencer di acara REVOK50 Skinfluencer Advocacy di Hotel Episode Gading Serpong Tangerang, Sabtu 13 Juni 2026.

dr Imelda Tjoe, AAAM (USA), Mbiomed (AAM), MHum, Mkes., mengingatkan pentingnya integrasi antara landasan ilmiah (scientific evidence) dan pengalaman klinis yang legal, dalam penggunaan produk maupun prosedur yang aman dan efektif bagi konsumen.

"Konsumen tidak boleh tergiur klaim di media sosial sebelum memastikan produk tersebut memiliki uji klinis yang jelas," tegas Owner Kliniix Slimm Medan ini.

Sementara itu, Mr. David Teh, Chairman & CEO of Redo Marketing Indonesia mengatakan seringkali konsumen terjebak oleh klaim hasil instan tanpa memahami kandungan dan mekanisme kerja produk di dalam kulit.

Inovasi di dunia estetika medis, seperti tren kedokteran regeneratif (regenerative aesthetics), harus selalu dibarengi dengan pemahaman literasi kesehatan yang kuat dari sisi konsumen. 

Karena itu, Redo menggandeng REVOK50 menggelar Skinfluencer Advocacy. Fokus utama dari sinergi ini adalah mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya keamanan produk skincare dan perawatan klinis yang bertanggung jawab serta teruji secara medis. 

"Kami percaya bahwa masa depan estetika tidak hanya tentang memperbaiki tampilan kulit, tetapi juga mendukung proses regenerasi yang berkelanjutan melalui pendekatan berbasis bukti ilmiah," ujarnya.

Komitmen terhadap aspek edukasi berkelanjutan ini juga diamini Hengki Manaek, National Sales Manager REVOK50.

Ia menekankan komitmennya dalam mendukung dokter memberikan hasil optimal yang berorientasi pada keamanan dan kepuasan pasien melalui edukasi konsep Beyond Bio-Stimulation. 

"REVOK50 terus berupaya menghadirkan solusi yang relevan dengan kebutuhan praktik estetika modern. Melalui program advocacy seperti ini, kami berharap dapat memperkuat pemahaman mengenai konsep Beyond Bio-Stimulation serta mendukung dokter dalam memberikan hasil yang optimal dan berorientasi pada kepuasan pasien," terangnya.

 

Peran Skinfluencer Sebagai Agen Edukasi Publik

Salah satu sorotan penting dalam acara ini adalah diadakannya Skinfluencer Advocacy Dinner Session. Di era digital saat ini, para pembuat konten kecantikan atau skinfluencer memiliki pengaruh besar dalam membentuk keputusan belanja konsumen.

Oleh karena itu, membekali mereka dengan pengetahuan medis yang benar menjadi langkah krusial. 

Sebagai simbol komitmen jangka panjang dalam menyebarkan edukasi keamanan estetika regeneratif ini, acara diakhiri dengan prosesi penandatanganan Advocacy Commitment Board dan penyerahan sertifikat dalam sesi REVOK50 Skinfluencer Advocacy Recognition Ceremony.

Kehadiran para skinfluencer ini diharapkan mampu membangun komunikasi serta menjembatani jurang informasi antara dunia medis dengan masyarakat awam.

Dengan demikian kesadaran masyarakat meningkat untuk memilih perawatan yang aman serta menolak produk ilegal atau tanpa pengawasan dokter.

OPINI
Apa yang Mau Disampaikan oleh AHY?

Apa yang Mau Disampaikan oleh AHY?

Jumat, 11 September 2026 | 18:05

Pidato Agus Harimurti Yudhoyono pada peringatan seperempat abad Partai Demokrat tanggal 5 September 2026 yang menyinggung batas waktu kekuasaan langsung menghadirkan berbagai penafsiran.

TANGSEL
Pemkot Tangsel Salurkan Hampir 1 Juta Liter Air ke Warga Terdampak Kekeringan

Pemkot Tangsel Salurkan Hampir 1 Juta Liter Air ke Warga Terdampak Kekeringan

Sabtu, 12 September 2026 | 17:08

Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) menggencarkan langkah antisipasi dan penanganan darurat bencana di wilayahnya.

KAB. TANGERANG
Kebakaran di Pagedangan Hanguskan Toko Mebel dan 4 Rumah Warga

Kebakaran di Pagedangan Hanguskan Toko Mebel dan 4 Rumah Warga

Sabtu, 12 September 2026 | 22:11

Peristiwa kebakaran melanda gudang mebel yang berlokasi di Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang, pada Sabtu 12 September 2026.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill