Connect With Us

BBM B50 Meluncur 1 Juli, Harganya Sama dengan Solar

Fahrul Dwi Putra | Senin, 29 Juni 2026 | 09:31

Ilustrasi BBM B50 (@TangerangNews / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com- Pemerintah akan mulai menerapkan bahan bakar minyak (BBM) jenis biodiesel 50 persen atau B50 pada 1 Juli 2026. 

Meski jadwal peluncurannya sudah ditetapkan, besaran harga B50 belum diumumkan secara resmi.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Laode Sulaeman mengatakan, harga B50 akan mengikuti formula dan mekanisme penetapan harga yang selama ini berlaku untuk BBM jenis solar.

"Kalau harga kan mengikuti harga BBM yang sudah biasanya aja, enggak ada hal khusus," ujar Laode dikutip dari CNN Indonesia, Senin 29 Juni 2026.

Ia mengungkapkan Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan akan meresmikan implementasi B50 pada 1 Juli mendatang.

"B50, berdasarkan informasi terakhir yang kami terima, itu nanti akan dilaunching oleh Pak Presiden sendiri. Rencananya sih tanggal 1 Juli," imbuhnya.

Laode menjelaskan penerapan B50 akan dilakukan secara nasional. Namun, pemerintah memberikan masa transisi selama tiga bulan agar proses penyesuaian berjalan lancar, termasuk menghabiskan stok B40 yang masih tersedia dan proses pencampuran bahan bakar.

"Jadi, artinya kan masih ada sisa-sisa B40 itu dihabiskan dulu, diberi waktu sampai dengan 3 bulan. Jadi, penyesuaiannya hingga menjadi 100 persen pemulihan ke B50," jelasnya.

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan hasil uji coba B50 menunjukkan hasil yang positif.

Menurut Bahlil, pengujian dilakukan pada berbagai jenis kendaraan dan alat operasional, mulai dari alat berat, kapal, kereta api, kendaraan tambang hingga alat pertanian.

"Secara teknis sudah dilakukan uji coba yang dilakukan oleh tim kami dari ESDM di bawah pimpinan Ibu Dirjen EBTKE, Prof Enya, dan hasilnya sangat menggembirakan," ujar Bahlil.

Ia mengatakan salah satu hasil pengujian menunjukkan kadar air pada B50 lebih rendah dibandingkan B40.

"Sampai dengan hari ini kadar air daripada perbandingan B40 dengan B50, B50 itu kadar airnya lebih sedikit," katanya.

Bahlil menambahkan pengujian dilakukan di berbagai sektor sehingga pemerintah optimistis implementasi B50 dapat berjalan sesuai jadwal.

"Ini sudah dilakukan uji coba di berbagai kendaraan, baik itu alat berat, kapal, kereta api, dan beberapa kendaraan lainnya, tambang, ekskavator, semuanya, alat pertanian, semuanya sudah diuji cobakan," ujarnya.

Pemerintah berharap penerapan B50 dapat mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor solar.

Program mandatori B50 merupakan kelanjutan dari kebijakan B40 yang telah diterapkan sebelumnya. 

Pemerintah menargetkan implementasi tersebut mampu menghemat devisa hingga Rp157,28 triliun, meningkatkan nilai tambah minyak sawit mentah (CPO) sebesar Rp24,68 triliun hingga akhir 2026, menyerap sekitar 2,2 juta tenaga kerja, serta menurunkan emisi gas rumah kaca hingga 46,72 juta ton karbon dioksida sepanjang tahun ini.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

TEKNO
Kemendikdasmen Dorong Pembelajaran Berbasis AI Lewat Program Terpujilah GURU

Kemendikdasmen Dorong Pembelajaran Berbasis AI Lewat Program Terpujilah GURU

Jumat, 25 September 2026 | 21:19

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI mendorong pemanfaatan Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI) oleh tenaga pendidik dalam metode pembelajaran di ruang kelas lewat program Terpujilah GURU 2026

TANGSEL
Urai Kemacetan Rawa Buntu Tangsel, Rekayasa Lalu Lintas Titik U-Turn Baru Diuji Coba 3 Hari

Urai Kemacetan Rawa Buntu Tangsel, Rekayasa Lalu Lintas Titik U-Turn Baru Diuji Coba 3 Hari

Senin, 28 September 2026 | 19:58

Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) bersama Kepolisian melakukan uji coba rekayasa lalu lintas di Jalan Raya Rawa Buntu, Serpong, selama tiga hari, 28-30 September 2026.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill