Connect With Us

Wow, Olahraga Malam Perbaiki Jantung dan Paru-paru

EYD | Jumat, 28 Agustus 2015 | 13:11

olahraga malam berguna bagi kesehatan (Reuters / ist)

TANGERANG - Olahraga memiliki manfaat yang baik untuk tubuh. Namun, apabila olahraga dilakukan saat malam hari, apakah sama manfaatnya?

Pakar fisiologi olahraga Departemen Fisiologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Ermita Ilyas mengatakan, olahraga saat malam hari sama manfaatnya dengan olahraga di waktu-waktu lainnya. “Selama melakukan gerak tubuh akan membuat energi terbakar, jadi mengurangi simpanan energi, menjaga tubuh tidak gendut,” katanya.

Selain itu, olahraga akan meningkatkan aliran darah, tubuh pun menjadi sehat. Olahraga saat malam hari boleh dilakukan jam berapapun, sesuaikan saja dengan situasi dan kondisi, misalnya setelah pulang dari kantor.

Jenis olahraga saat malam hari juga tergantung hobi Anda, boleh berolahraga aerobik seperti jalan kaki, sepeda, berenang, dan lari. Olahraga jenis itu baik untuk kesehatan karena intensitasnya ringan, dan dapat dilakukan lebih lama. Olahraga aerobik akan memperbaiki sistem jantung dan paru-paru.

NASIONAL
Suahasil Nazara Jadi Menkeu, Mengaku Baru Ditelepon Istana Pagi Sebelum Dilantik Sore

Suahasil Nazara Jadi Menkeu, Mengaku Baru Ditelepon Istana Pagi Sebelum Dilantik Sore

Senin, 14 September 2026 | 16:46

Suahasil Nazara mengaku baru mendapat informasi untuk menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan pada Senin, 14 September 2026, pagi. Ia kemudian menghadap Presiden Prabowo Subianto sebelum dilantik di Istana Negara, Jakarta.

OPINI
Apa yang Mau Disampaikan oleh AHY?

Apa yang Mau Disampaikan oleh AHY?

Jumat, 11 September 2026 | 18:05

Pidato Agus Harimurti Yudhoyono pada peringatan seperempat abad Partai Demokrat tanggal 5 September 2026 yang menyinggung batas waktu kekuasaan langsung menghadirkan berbagai penafsiran.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill