Connect With Us

Sudah Sepekan Solar Langka, Sopir Truk Sampai Antre 3 Jam di SPBU Tangsel

Yanto | Jumat, 14 Juni 2024 | 16:44

Antrean panjang truk untuk mengisi solar yang tengah langka di SPBU kawasan Ciater, Serpong, Kota Tangsel, Jumat 14 Juni 2024. (@TangerangNews / Yanto)

TANGERANGNEWS.com-Antrean truk mengular di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Jumat 14 Juni 2024. Hal ini terjadi akibat kelangkaan bahan bakar solar sejak sepekan terakhir.

Berdasarkan pantauan TangerangNews, antrean panjang kendaraan berat jenis truk itu terjadi di SPBU Ciater, Jalan Ciater Raya, Kelurahan Mekar Jaya, Kecamatan Serpong.

Para sopir truk mengaku sudah berkeliling mencari solar di daerah Pamulang, Ciputat hingga terakhir di Ciater. Namun mereka harus tetap mengantre hingga tiga jam.

Seperti yang dikatakan Dodo, sopir truk muatan semen. Menurutnya, sudah hampir satu pekan bahan bakar solar tidak tersedia di beberapa SPBU yang berada di Tangsel. Hal tersebut, membuat pengantaran muatan barang menjadi terhambat.

"Iya sudah seminggu begini, tidak tahu kenapa bisa sekarang ini terjadi kelangkaan. Jadi telat nganter barang," ujarnya.

Sementara itu, Imam, sopir ekspedisi mengatakan hal yang sama. Ia harus mengantre sampai tiga jam untuk bisa mengisi solar.

Imam, berharap pemerintah untuk segera melakukan tindakan dengan kembali mengisi stok bahan bakar di beberapa SPBU khususnya di Kota Tangsel.

"Semoga kelangkaan solar ini cepat selesai," imbuhnya.

PROPERTI
Program Video Competition Sinar Mas Land Diganjar Penghargaan Perhumas PR Excellence Awards 2026

Program Video Competition Sinar Mas Land Diganjar Penghargaan Perhumas PR Excellence Awards 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 22:48

Sinar Mas Land kembali mengukuhkan prestasinya di bidang komunikasi korporasi dengan meraih Juara II Perhumas PR Excellence Awards 2026 untuk kategori Teknologi & Digital PR.

OPINI
Membaca APBN dari Tubuh Perempuan

Membaca APBN dari Tubuh Perempuan

Senin, 2 November 2026 | 17:31

Perdebatan mengenai pajak pembalut sesungguhnya bukan sekadar persoalan berapa rupiah yang harus dibayarkan perempuan ketika membeli kebutuhan menstruasi. Di balik transaksi kecil di pasar dan toko kelontong itu tersimpan persoalan besar

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill