KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan
Senin, 7 September 2026 | 15:29
Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.
TANGERANGNEWS.com-Pengendara motor trail tewas setelah menghantam pohon di Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Pondok Pucung, Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), pada Minggu 6 Oktober 2024, dini hari.
Kanit Lakalantas Polres Tangsel IPDA Marulloh membenarkan peristiwa kecelakaan yang terjadi pukul 02.00 WIB itu. Korban diketahui pria berinisial TT, 46.
Menurut keterangan saksi dan hasil olah tempat kejadian perkara TKP, awalnya TT yang mengendarai motor trail nopol B-5018-WMO melaju dari arah Permata menuju Bintaro Sektor IX.
"Diduga korban mengalami masalah pada bagian gas motornya. Hal ini menyebabkan kendaraan hilang kendali dan menghantam pohon yang berada di pembatas median jalan," ujanya.
Akibat benturan keras tersebut, TT mengalami luka parah di bagian wajah dan kepala hingga membuatnya meninggal dunia di tempat.
Sementara sepeda motor trail yang dikendarainya mengalami kerusakan parah pada bagian depan dan belakang.
Saat ini, pihak Unit Gakkum Laka Lantas Polres Tangsel masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait insiden tersebut.
"Kecelakaan lalu lintas ini menjadi pengingat bagi semua pengendara untuk selalu menjaga kondisi kendaraan dan waspada dalam berkendara, khususnya di malam hari," ujar Marulloh.
Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.
TODAY TAGRencana pemerintah menggratiskan biaya pendidikan negeri dari jenjang sekolah dasar hingga perguruan tinggi masih dalam tahap penyusunan.
Kawasan perkotaan memiliki permintaan kuliner yang tinggi karena mobilitas dan gaya hidup penghuninya yang sibuk. Misalnya, area padat seperti Tangerang membuka peluang bagi beragam konsep makanan.
Bagi sebagian besar orang, dunia akademik dan politik adalah dua kutub yang berbeda. Yang satu adalah menara gading tempat para pemikir memburu kebenaran, sementara yang lain adalah arena berlumpur tempat kekuasaan diperebutkan.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews