Kualitas Udara Kategori Tidak Sehat, Coway Boyong Solusi Filtrasi Canggih ke ICE BSD City
Kamis, 22 Oktober 2026 | 18:50
Kualitas air dan udara di Indonesia kini menjadi perhatian serius di tengah musim kemarau panjang akibat fenomena cuaca ekstrem.
TANGERANGNEWS.com-Pemerintah Daerah Khusus Jakarta (DKJ) bekerja sama dengan pengembang kawasan Alam Sutera dan Pemerintah Provinsi Banten resmi meluncurkan rute baru bus TransJakarta S61, pada Kamis 24 April 2025.
Rute ini menghubungkan kawasan Alam Sutera, Tangerang Selatan dengan Blok M, Jakarta Selatan.
Gubernur Banten Andra Soni mengatakan bahwa inisiatif ini merupakan bentuk sinergi nyata antarwilayah yang saling mendukung dan membutuhkan.
"Banyak warga Jakarta yang tinggal di Tangerang dan sebaliknya, banyak warga Tangerang yang bekerja di Jakarta. Saya yakin rute ini akan sangat membantu mobilisasi masyarakat dan diharapkan dapat mengurangi penggunaan kendaraan pribadi," ujarnya saat peluncuran di Halte Utama Flavor Bliss Alam Sutera.
Menurut Andra, rute baru ini merupakan bagian dari pengembangan layanan transportasi terintegrasi JakLingko dan bertujuan untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah antara Banten dan Jakarta.
"Rute S61 ini menambah alternatif transportasi publik yang nyaman dan terjangkau bagi masyarakat, sekaligus mendukung upaya pengurangan kemacetan dan emisi karbon di wilayah Jabodetabek," ungkapnya.
Andra juga mengusulkan pengembangan sistem Park and Ride di kawasan Alam Sutera untuk mendukung kemudahan akses masyarakat.
"Nanti kami akan berdiskusi lebih lanjut dengan pengelola Alam Sutera agar masyarakat bisa memarkir kendaraan pribadi mereka di satu lokasi strategis, kemudian melanjutkan perjalanan menggunakan TransJakarta," tambahnya.
Kualitas air dan udara di Indonesia kini menjadi perhatian serius di tengah musim kemarau panjang akibat fenomena cuaca ekstrem.
TODAY TAGFame Hotel Gading Serpong menawarkan paket staycation untuk menyambut Tahun Baru 2027 dengan harga mulai Rp899.999.
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menilai kenaikan upah minimum bukan penyebab utama penutupan pabrik dan pemutusan hubungan kerja (PHK) di Indonesia.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews