Connect With Us

PJU di Tangsel Banyak yang Rusak

| Senin, 21 November 2011 | 17:22

Nur Slamet (tangerangnews / dira)


TANGERANG-Lampu penerangan jalan umum (PJU) di sejumlah jalan protokol yang ada di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mati. Pemerintah Kota Tangsel menyatakan, ada kerusakan pada alat pengatur waktu pada PJU tersebut.

Kepala Dinas Kebersihan, Pertamanan dan Pemakaman (DKPP) Kota Tangsel Nur Slamet membenarkan adanya kerusakan PJU  di jalan-jalan penting di daerahnya itu.

Dirinya beralasan memang ada kerusakan yang cukup memakan waktu panjang untuk membenahinya. "Memang benar PJU mati, itu terjadi di sejumlah jalan protokol. PJU yang kami miliki ada sekitar 800 titik, " kata Nur Slamet, hari ini. 

Dirinya mentargetkan akan menyelesaikan permasalahan itu dalam tempo dua minggu mendatang. Sebab, kata dia, ada permasalahan kabel yang harus dibongkar juga di dalam tanah.

"Selain permasalahan  alat pengatur waktu yang rusak. Ada juga kabel yang sudah berusia tua, sehingga kalau diperbaiki harus menggali kabel dibawah tanah,"terang Nur Slamet.

Nur Slamet mengaku, pihaknya belum mengetahui secara pasti berapa jumlah PJU yang rusak. Itu semua, karena setiap hari data tersebut selalu berubah.

"Karena ada petugas pemeliharanya sendiri. Setiap hari selalu laporan. Terkadang ada yang nambah titik yang rusak, kadang malah sudah diperbaiki. Jadi data berubah. Seperti yang ada di fly over Ciputat. Sebagian sedang dalam proses, kalau sudah dalam proses biasanya dalam waktu dekat akan hidup kembali," katanya.


Ditanya apakah ada permasalahan dengan PLN terkait pembayaran, Nur Slamet mengatakan, tidak ada. "Ini hanya persoalan kerusakan saja. Tidak terkait dengan pembayaran. Kita janji akan memperbaiki ini dengan cepat. Kami juga punya anggaran perawatan Rp100 juta," katanya. (DRA)
TEKNO
Fundamental dan Teknikal Solana di Akhir Tahun 2026

Fundamental dan Teknikal Solana di Akhir Tahun 2026

Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:16

Solana memasuki akhir 2026 dengan sejumlah katalis yang dapat menentukan arah harga SOL. Pertumbuhan ekosistem, aktivitas jaringan, pengembangan aplikasi terdesentralisasi, serta kondisi pasar kripto menjadi faktor fundamental yang perlu

BISNIS
IHSG Anjlok 4,31 Persen, Indonesia Terancam Jadi Setara Zimbabwe

IHSG Anjlok 4,31 Persen, Indonesia Terancam Jadi Setara Zimbabwe

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:37

IHSG kembali dibuka dalam tekanan berat pada perdagangan Senin, 19 Oktober 2026. Indeks Harga Saham Gabungan langsung anjlok 4,31% ke level 4.961,87 atau turun 223 poin dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya. 

NASIONAL
Bos Buruh Klaim Pabrik PHK Massal Bukan karena Upah Tinggi, Ini Empat Penyebabnya

Bos Buruh Klaim Pabrik PHK Massal Bukan karena Upah Tinggi, Ini Empat Penyebabnya

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:45

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menilai kenaikan upah minimum bukan penyebab utama penutupan pabrik dan pemutusan hubungan kerja (PHK) di Indonesia.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill