Connect With Us

BGN Pastikan Ruko yang Meledak di Pasar Cimanggis Bukan Dapur MBG

Fahrul Dwi Putra | Jumat, 16 Oktober 2026 | 20:24

Petugas Puslabfor Bareskrim Polri menemukan tabung gas diduga sumber ledakan hebat di Pasar Cimanggis, Ciputat, Kota Tangsel. (TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)

TANGERANGNEWS.com- Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan bangunan yang terdampak ledakan di Pasar Cimanggis, Ciputat, Tangerang Selatan, bukan merupakan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) maupun gudang SPPG untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Juru bicara BGN Tysa Novenny mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Polres Tangerang Selatan dan Badan Intelijen Negara (BIN) untuk memperoleh informasi mengenai ledakan yang terjadi pada Rabu 14 Oktober 2026, malam.

"Informasi yang kami dapatkan bahwa ledakan tersebut bukanlah gedung dari SPPG yang tengah beroperasi ataupun gudang SPPG," ujar Tysa dalam video yang diunggah melalui akun Instagram BGN, @badangizinasional.ri, Jumat, 16 Oktober 2026.

Menurut Tysa, sekitar tujuh ruko terdampak akibat ledakan tersebut. Namun, tidak ada satu pun dari bangunan itu yang digunakan sebagai dapur MBG maupun gudang SPPG.

Salah satu ruko diketahui digunakan sebagai gudang pemasok buah dan peralatan berbahan stainless steel.

Meski demikian, BGN memastikan kejadian tersebut sejauh ini tidak mengganggu pasokan bahan pangan untuk program MBG.

"Salah satu ruko itu memang adalah ruko yang merupakan gudang untuk supplier buah. Tapi setidaknya dapat kami pastikan bahwa sampai sejauh ini penyaluran MBG, baik dari segi pasokan bahan pangannya, masih berjalan normal," ujar Tysa.

Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan BGN Ketut Sumedana menegaskan, tidak terdapat SPPG yang beroperasi ataupun dalam tahap persiapan di lokasi ledakan berdasarkan data Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) BGN.

Hasil pendalaman di lapangan juga menunjukkan bangunan di kawasan tersebut digunakan oleh pihak lain dan tidak berkaitan langsung dengan operasional SPPG.

"Berdasarkan data yang kami miliki di Pusdatin BGN, tidak ada SPPG yang beroperasi maupun dalam tahap persiapan di lokasi tersebut. Kami juga sudah melakukan pendalaman di lapangan dan mendapatkan informasi bahwa bangunan dilokasi digunakan oleh pihak lain, bukan untuk operasional SPPG. Jadi tidak ada keterkaitan langsung dengan program MBG," ucap Ketut dikutip dari Detikcom.

Di sisi lain, polisi telah mengungkap titik asal ledakan setelah melakukan dua kali olah TKP. Petugas juga mengumpulkan 18 rekaman CCTV dari sejumlah sudut serta keterangan para saksi.

Hasil penyelidikan menunjukkan ledakan berasal dari ruang pematangan atau ripening room pisang di kawasan pasar. Polisi juga memastikan tidak menemukan bom dalam proses sterilisasi lokasi.

"Hari ini kami melakukan olah TKP yang kedua. Setelah kemarin kejadian 18.15 WIB. Kami olah TKP pertama. Malam tidak bisa dilanjutkan. Kami mengumpulkan beberapa CCTV. Di beberapa sudut termasuk di lokasi. Termasuk dekodernya," kata Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Imron Ermawan. 

Ledakan yang terjadi pada Rabu malam tersebut menyebabkan dua orang meninggal dunia dan 13 lainnya terluka. Sejumlah ruko serta kendaraan di sekitar lokasi juga mengalami kerusakan parah.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

TOKOH
KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

Senin, 7 September 2026 | 15:29

‎Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.

BANDARA
2 Penerbangan Dibatalkan Dampak Kabut Asap Karhutla, Bandara Soetta Siapkan Langkah Mitigasi

2 Penerbangan Dibatalkan Dampak Kabut Asap Karhutla, Bandara Soetta Siapkan Langkah Mitigasi

Jumat, 16 Oktober 2026 | 19:40

Bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia berdampak langsung pada sektor penerbangan.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill