Connect With Us

Korban Ledakan Pasar Cimanggis Luka Bakar 82 Persen, Pemkot Tangsel Tanggung Biaya Pengobatan

Rangga Agung Zuliansyah | Jumat, 16 Oktober 2026 | 22:54

Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga memastikan saat menjenguk korban ledakan di Pasar Cimanggis yang dirawat di RSU Kota Tangsel pada Kamis 15 Oktober 2026, malam. (TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)

TANGERANGNEWS.com-Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel memastikan mengawal penanganan medis dan pembiayaan perawatan korban ledakan ruko di kawasan Pasar Cimanggis yang terjadi pada Rabu 14 Oktober 2026, malam.

Hal tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga saat menjenguk para korban yang dirawat di RSU Kota Tangsel, pada Kamis 15 Oktober 2026, malam.

Dalam kunjungan tersebut, ia menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban sekaligus memastikan para korban mendapatkan perawatan sesuai dengan kondisi masing-masing.

“Pemerintah Kota Tangerang Selatan mengucapkan turut bela sungkawa atas kejadian yang terjadi semalam satu ruko meledak, dan mengakibatkan dua warga meninggal dunia dan lainnya mengalami luka-luka bahkan sampai luka berat,” ujarnya

Seperti diketahui, ledakan hebat yang diduga berasal dari tabung gas pematang buah tersebut menyebabkan dua orang meninggal dunia dan 13 lainnya terluka.

Berdasarkan informasi yang diterima Pilar, salah satu korban bahkan mengalami luka bakar hingga 82 persen sehingga membutuhkan penanganan medis khusus.

Pemkot Tangsel melalui Dinas Kesehatan dan RSU Kota Tangsel tengah mengupayakan rujukan bagi korban tersebut ke rumah sakit yang memiliki fasilitas penanganan luka bakar berat.

Sejumlah rumah sakit yang menjadi pertimbangan rujukan antara lain RSUP Fatmawati, RSPAD Gatot Soebroto, dan RS Pertamina. Pemindahan pasien akan dilakukan setelah ada kepastian mengenai kesiapan rumah sakit tujuan.

“Kami sedang menunggu (kepastian rujukan), mudah-mudahan segera mungkin (dipindahkan), apabila di sana memungkinkan kita segera mengirim pasien ke sana untuk dilakukan penindakan,” jelasnya.

Pilar menambahkan, korban dengan luka ringan diharapkan dapat segera pulang setelah kondisi kesehatannya dinyatakan memungkinkan oleh tim medis.

Sementara itu, korban dengan luka berat membutuhkan penanganan lebih lanjut, termasuk kemungkinan tindakan bedah plastik sesuai dengan hasil pemeriksaan medis.

Selain mengawal penanganan medis, Pemkot Tangsel juga berkoordinasi untuk memastikan pembiayaan perawatan korban dapat ditangani melalui skema jaminan kesehatan yang tersedia.

Langkah ini dilakukan agar biaya pengobatan tidak menjadi beban bagi keluarga korban.

Pilar menyebutkan, korban yang dirawat di RSU Kota Tangsel maupun RS Sari Asih akan didampingi dalam pemanfaatan jaminan kesehatan yang dimiliki, termasuk BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan, sesuai dengan kepesertaan dan ketentuan yang berlaku.

“Kami mengawal korban yang sekarang sedang dirawat supaya bisa sembuh segera ditangani untuk pulih. Kita mengawal supaya semua korban luka ini bisa ditangani secara maksimal, gratis agar tidak membebani biaya bagi keluarga,” kata dia.

Pemkot Tangsel juga terus mengawal perkembangan kondisi para korban dan berkoordinasi dengan pihak rumah sakit untuk memastikan penanganan medis berjalan sesuai kebutuhan, termasuk upaya rujukan bagi korban yang memerlukan perawatan lanjutan.

KOTA TANGERANG
Mandaya Royal Puri Buka Limfedema Center untuk Pasien dan Penyintas Kanker Payudara

Mandaya Royal Puri Buka Limfedema Center untuk Pasien dan Penyintas Kanker Payudara

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 17:16

RS Mandaya Royal Puri resmi meluncurkan Limfedema Center pada Sabtu, 17 Oktober 2026,bertepatan dengan momentum Breast Cancer Awareness Month atau Bulan Kesadaran Kanker Payudara.

TOKOH
KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

Senin, 7 September 2026 | 15:29

‎Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.

NASIONAL
Bos Buruh Klaim Pabrik PHK Massal Bukan karena Upah Tinggi, Ini Empat Penyebabnya

Bos Buruh Klaim Pabrik PHK Massal Bukan karena Upah Tinggi, Ini Empat Penyebabnya

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:45

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menilai kenaikan upah minimum bukan penyebab utama penutupan pabrik dan pemutusan hubungan kerja (PHK) di Indonesia.

KAB. TANGERANG
Gadis 16 Tahun yang Kabur ke Apartemen PIK 2 Diduga Korban Kekerasan Seksual Modus Pengantin Pesanan

Gadis 16 Tahun yang Kabur ke Apartemen PIK 2 Diduga Korban Kekerasan Seksual Modus Pengantin Pesanan

Jumat, 16 Oktober 2026 | 20:46

Seorang siswi SMK berusia 16 tahun asal Tasikmalaya, Jawa Barat (Jabar) yang dilaporkan kabur ke apartemen kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) 2, Kabupaten Tangerang, diduga korban kekerasan seksual warga negara China.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill