Connect With Us

Apresiasi Siswa Berprestasi, Juara Olimpiade di Tangsel Bebas Pilih Sekolah

| Kamis, 2 Agustus 2012 | 22:27

Wali Kota Tangsel Airin Rachmi Diany saat memberikan penghargaan kepada siswa berprestasi. (tangerangnews / dira)

TANGERANG-Demi memacu siswa untuk lebih berprestasi, Dinas Pendidikan Kota Tangerang Selatan memberikan banyak apresiasi untuk siswa yang menuai juara dalam sejumlah ajang perlombaan. Salah satunya bagi yang menjuarai lomba Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN).  Sebagai bentuk penghargaan, selain memberikan hadiah berupa piagam dan uang pembinaan, Dinas Pendidikan juga memberikan kebebasan bagi siswa tersebut untuk memilih sekolah lanjutan.
 
Yang menarik, kebijakan untuk membebaskan siswa dalam memilih sekolah itu tidak hanya berlaku bagi sekolah negeri saja. Akan tetapi kebijakan itu juga berlaku untuk setiap sekolah swasta yang ada di Kota Tangerang Selatan.  Oleh karena itu, Dinas Pendidikan memberikan semacam sertifikat yang menerangkan bahwa siswa tersebut benar-benar berprestasi dan berhak memilih sekolah di mana saja.

“Kebijakan ini diberikan kepada siswa yang menjadi juara O2SN baik yang berlomba di tingkat Kota Tangsel maupun yang berlomba di tingkat Provinsi Banten atau tingkat Nasional,” kata Rajali, petugas humas Dinas Pendidikan Kota Tangsel, Kamis (2/8/2012).

Dengan adanya kebijakan itu, kata Rajali, prestasi siswa asal Kota Tangerang Selatan cenderung selalu meningkat. Buktinya, saat digelar O2SN SD tingkat Provinsi Banten yang digelar di Puspiptek pada Juni 2012, Kota Tangsel keluar sebagai juara umum.  Sementara saat mengikuti ajang tingkat nasional yang digelar di Palembang belum lama ini, salah satu siswa asal Tangsel berhasil meraih medali emas untuk cabang matematika.

“Siswa yang mendapat emas dari SD Az Zahra, Pamulang,” tandas Rajali yang juga staf di bidang SD.

Moncernya prestasi yang diraih siswa asal Kota Tangerang Selatan, kata Rajali tidak serta merta hanya kontribusi dari Dinas Pendidikan saja. Memang diakui, kontribusi yang paling besar adalah dari pihak sekolah dan orangtua. Sebab, dalam keseharian pihak sekolah dan orangtualah yang banyak berinteraksi dengan siswa.

“Jadi pada prinsipnya semua punya peran yang saling melengkapi,” kata Rajali.

Bina Pendidikan Non Formal

Sementara itu, upaya Dinas Pendidikan Kota Tangsel dalam meningkatkan kualitas pendidikan tidak hanya terfokus pada pendidikan formal. Secara berangsur-angsur, pendidikan non formal pun semakin mendapat porsi. Hal ini diakui oleh Kepala Seksi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Dinas Pendidikan Kota Tangsel, Ruslan.

Kepada tangerangnews.com, Ruslan mengatakan, bahwa kedudukan PAUD kini dirasakan semakin penting di masyarakat. Buktinya, jumlah PAUD yang ada di Kota Tangsel pun terus bertambah setiap tahun. Jika pada tahun 2010 jumlah PAUD di Kota Tangerang Selatan sebanyak 47 unit, angka itu bertambah menjadi 161 unit dengan 779 guru dan 6878 murid. Dengan Kecamatan Pamulang yang memiliki paling banyak PAUD.

“Mungkin karena Pamulang wilayahnya luas dan jumlah penduduknya banyak, maka jumlah PAUD-nya pun banyak. Demikian pula Kecamatan Setu yang wilayah dan penduduknya kecil, jumlah PAUD-nya pun sedikit,” kata Ruslan.

Dia menjelaskan, bahwa sebagai  ajang untuk mendidik anak di usia dini, PAUD memang memiliki fungsi yang sangat penting bagi tumbuh kembang anak. Sebab menurut pakar pendidikan, rentang usia antara 0-4 tahun, merupakan saat-saat emas bagi sang anak dalam membangun kecerdasan sejak dini. Untuk, itu agar masa-masa keemasan itu tidak lewat begitu saja, maka memang sudah semestinya dalam menjalankan tugasnya sehari-hari, PAUD harus dikelola dengan baik.

“Kami di Dinas Pendidikan sudah banyak melakukan pembinaan, baik kepada PAUD-nya secara lembaga, maupun kepada guru-gurunya. Ini semata-maata agar PAUD ke depaan di Kota Tangsel semakin berkualitas,” tambah Ruslan.

Sedikit menjelaskan, menurut mantan aktivis pemuda Kabupaten Tangerang ini, PAUD yang di bawah tanggung jawabnya itu semuanya bersifat non formal dan dikelola oleh swasta. Biasanya ada tiga jenis layanan yang diberikan oleh PAUD di Kota Tangsel. Yaitu kelompok bermain (KB), Satuan PAUD Sejenis (SPS) dan Taman Penitipan Anak (TPA). Namun sejauh ini, kebanyak PAUD hanya melayani dua saja yaitu KB dan SPS.

“Untuk yang membuka layanan TPA masih jarang,” imbuh Rajali.

Insentif Untuk Guru PAUD

Ruslan menambahkan, untuk lebih memacu para guru PAUD dalam menjalankan tugasnya, pemerintah sejauh ini sudah memberikan sejumlah insentif. Memang, untuk tahun ini, insentif baru diberikan dari anggaran yang digelontorkan pemerintah pusat melalui APBN. Besarnya adalah Rp 2 juta per tahun untuk masing-masing guru PAUD. Sedangkan untuk tahun 2012, kuota guru PAUD di Kota Tangsel yang berhak menerima insentif sebanyak 300 guru.  

Dia menambahkan, bahwa Dinas Pendidikan Kota Tangsel saat ini juga tengah memperjuangkan agar ada alokasi anggaran dari APBD Kota Tangsel untuk insentif para guru tersebut. Mengacu pada anggaran yang diajukan pada tahun 2013 nanti, masing-masing guru PAUD nantinya akan diberikan insentif sebesar Rp 1 juta per tahun. Namun, kendati jumlahnya lebih kecil, tapi penerima insentif diperbanyak menjadi 500 orang.

“Mudah-mudahan disetujui. Kalau usulan ini disetujui, berarti tahun depan insentif tersebut bisa diberikan,” harap Ruslan. (ADV)
 
HIBURAN
Heboh Goodie Bag Alfamart Run 2026 Berisi Kebutuhan Pokok 50 Kg

Heboh Goodie Bag Alfamart Run 2026 Berisi Kebutuhan Pokok 50 Kg

Senin, 19 Oktober 2026 | 15:37

Ajang lari Alfamart Run 2026 yang digelar di Plaza Parkir Timur Senayan, Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Minggu 18 Oktober 2026, menyisakan cerita heboh hingga viral.

BANTEN
KMP Batumandi Terbalik Pascakebakaran, Polisi Gagal Olah TKP Gegara Suhu Kapal Masih Panas

KMP Batumandi Terbalik Pascakebakaran, Polisi Gagal Olah TKP Gegara Suhu Kapal Masih Panas

Kamis, 22 Oktober 2026 | 17:55

Perkembangan terbaru mengenai insiden kebakaran KMP Batumandi milik PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), pada Selasa 20 Oktober 2026, kemarin memasuki babak baru.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

OPINI
Membenahi Kekuasaan: Dari Naluri Politik Menuju Nalar Ilmu Pengetahuan

Membenahi Kekuasaan: Dari Naluri Politik Menuju Nalar Ilmu Pengetahuan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:03

Kekuasaan sering kali merasa mengetahui apa yang terbaik bagi rakyatnya. Dengan kewenangan yang dimiliki, pemerintah dapat membuat peraturan, mengalokasikan anggaran, membangun infrastruktur, dan menentukan arah pembangunan.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill