Connect With Us

Bea Cukai Bandara Soetta Gerebek Lab Etomidate di Perumahan Mewah PIK, 1 WNA Singapura Ditangkap

Rangga Agung Zuliansyah | Senin, 20 Juli 2026 | 13:49

Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Soetta Hengky Tomuan Parlindungan Aritonang bersama Kapolresta Bandara Soetta Kombes Pol Wisnu Wardana di lokasi lab produksi etomidate di sebuah klaster perumahan mewah kawasan PIK, Jakarta Utara. (@TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)

TANGERANGNEWS.com-Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Soekarno-Hatta (Soetta) bersama Polresta Bandara Soetta membongkar jaringan laboratorium gelap (clandestine lab) atau industri rumahan peracikan cairan etomidate. 

Pabrik rumahan tersebut beroperasi di sebuah klaster perumahan mewah di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara.

Pengungkapan kasus ini berawal dari kejelian petugas terhadap paket kiriman di terminal kargo bandara yang kemudian dikembangkan hingga ke lokasi peracikan 

Dalam operasi tangkap tangan ini, petugas mengamankan satu orang tersangka warga negara asing (WNA) inisial LHM, 34, alias Hyden asal Singapura beserta ribuan barang bukti.

 

Disamarkan dalam Botol Sampo

Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Soetta Hengky Tomuan Parlindungan Aritonang menjelaskan penyelundupan ini terdeteksi pertama kali melalui paket kiriman dari luar negeri.

"Kasus dari tangkapan yang didapat di Soekarno-Hatta berupa dua botol cairan etomidate. Tapi dia disamarkan dalam kemasan sampo. Jumlahnya sekitar 2.200 gram bruto," ujar Hengky dikutip Senin 20 Juli 2026. 

Melihat volume cairan bahan baku yang cukup besar, Bea Cukai langsung mencurigai adanya aktivitas produksi lokal di Indonesia.

Pihak Bea Cukai kemudian berkoordinasi dengan Polres Bandara Soetta, untuk melakukan strategi controlled delivery (pengiriman di bawah pengawasan) guna melacak ujung dari alur pengiriman paket tersebut.

Hengky membeberkan sindikat ini menggunakan modus baru yang memisahkan antara bahan baku utama dengan wadah konsumsinya. 

Paket cairan etomidate diketahui dikirim dari Malaysia melalui salah satu Perusahaan Jasa Titipan (PJT) di Bandara Soetta.

"Jadi, kalau biasanya modusnya kita dapat di bandara penumpang dari luar membawa cartridge yang berisi etomidate, ini dia terpisah. Dia masukkan etomidate sendiri, nanti dari tempat lain ada masuk cartridge-nya, dan dia rakit di sini," jelas Hengky.

 

Gerebek Klaster PIK, Ribuan Wadah Siap Cetak Ditemukan

Rentetan penyelidikan bermuara pada sebuah rumah di kawasan PIK. Di lokasi tersebut, petugas gabungan menemukan seluruh komponen perakitan yang siap diproduksi massal.

Kapolres Bandara Soetta Kombes Pol Wisnu Wardana membenarkan pengembangan bersama Bea Cukai berhasil menyasar langsung ke titik produksi.

"Dalam pengembangan itu kita menemukan ribuan cartridge kosong dan alat yang digunakan nanti untuk menuang etomidate ke dalam wadahnya. Semua sudah siap untuk dilakukan produksi massal," ungkap Wisnu.

Dalam penggerebekan tersebut, polisi mengamankan seorang WNA asal Singapura yang diduga kuat bertindak sebagai peracik utama alias koki di laboratorium gelap tersebut.

"Untuk tersangka sementara kita amankan satu orang warga negara asing yaitu dari Singapura dengan ribuan barang bukti. Dan cairan etomidate yang diamankan kurang lebih hampir lebih dari 2 liter," lanjut Wisnu.

 

Potensi Edar 2.000 Cartridge

Pihak kepolisian mengestimasi dampak sebaran dari penangkapan ini tergolong masif. Dari total 2 liter bahan baku etomidate cair yang disita dari tangan pelaku, sindikat ini diperkirakan mampu memproduksi ribuan produk siap edar ke masyarakat.

"Dari 2 liter etomidate tersebut, estimasi kami bisa menghasilkan hampir 2.000 cartridge siap edar," papar Wisnu.

Hingga saat ini, pihak kepolisian bersama Bea Cukai masih melakukan pendalaman intensif guna mengungkap berapa lama industri rumahan ini telah beroperasi dan seberapa luas jaringan distribusinya. Kasus ini pun telah masuk dalam tahap rekonstruksi perkara di lokasi kejadian.

"Untuk berapa lamanya (beroperasi) dan jumlah yang sudah diproduksi, ini sementara masih dalam pendalaman dan pengembangan lebih lanjut. Ke depan, seluruh hasil pengembangan terperinci akan kami sampaikan secara resmi dalam konferensi pers selanjutnya," pungkas Wisnu.

NASIONAL
Pertamina Belum Keluarkan Larangan Suzuki Thunder Isi BBM Bersubsidi

Pertamina Belum Keluarkan Larangan Suzuki Thunder Isi BBM Bersubsidi

Senin, 20 Juli 2026 | 18:14

Ramainya pemberitaan mengenai larangan pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) bagi pemilik sepeda motor Suzuki Thunder di sejumlah SPBU wilayah, akhirnya mendapat tanggapan resmi dari Pertamina Patra Niaga.

TEKNO
RS Mandaya Datangkan Da Vinci Xi, Robot Bedah Berteknologi Tinggi dengan Empat Lengan 

RS Mandaya Datangkan Da Vinci Xi, Robot Bedah Berteknologi Tinggi dengan Empat Lengan 

Senin, 20 Juli 2026 | 10:15

RS Mandaya Royal Puri resmi menghadirkan robot bedah Da Vinci Xi, teknologi kesehatan terbaru yang diklaim mampu meningkatkan presisi operasi sekaligus mengurangi kebutuhan tindakan bedah dengan sayatan besar.

TANGSEL
Ngantuk Usai Nobar Final Piala Dunia 2026, Pemotor Terjatuh hingga Luka-luka di Flyover Ciputat

Ngantuk Usai Nobar Final Piala Dunia 2026, Pemotor Terjatuh hingga Luka-luka di Flyover Ciputat

Senin, 20 Juli 2026 | 19:30

Sebuah kecelakaan lalu lintas tunggal terjadi di Flyover Ciputat, Kota Tangerang Selatan, arah Jakarta, pada Senin 20 Juli 2026, pagi.

OPINI
Puan Maharani Minta Evaluasi Sekolah Sepi Murid: Cermin Ketimpangan Akses dan Mutu Pendidikan

Puan Maharani Minta Evaluasi Sekolah Sepi Murid: Cermin Ketimpangan Akses dan Mutu Pendidikan

Minggu, 19 Juli 2026 | 22:26

Bangku-bangku kosong di ruang kelas sekolah negeri kini bukan lagi pemandangan yang hanya ditemukan di daerah terpencil. Fenomena tersebut mulai terjadi di berbagai wilayah Indonesia, termasuk kota-kota yang selama ini dikenal memiliki akses

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill