KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan
Senin, 7 September 2026 | 15:29
Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.
TANGERANGNEWS.com-Selama dua tahun terakhir, tercatat 40 persen kecelakaan laut di kawasan Provinsi Banten terjadi karena wisatawan terseret ombak bahkan hingga tenggelam saat bertamasya di obyek wisata patai.
Penyebab utamanya yakni karena wisatawan tidak memperhatikan zona merah atau area larangan berenang yang dipasang di pantai.
“Kebanyakan laka laut bukan dari kapal melainkan para wisatawan berenang di zona merah yang memang dilarang melewati jalur tersebut,” kata Komandan Pangkalan TNI AL (Danlanal) Banten, Kolonel Laut Budi Iryanto seperti dilansir dari Selatsunda, Minggu 21 November 2021.
Adapun kasus kecelakaan laut tersebut kerap terjadi di obyek wisata yang banyak dipadati wisatawan, seperti Pantai Anyer, Carita dan Pantai Bayah.
“Tapi kebanyakan di Anyer kejadian terbanyak wisatawan terseret ombak,” kata Budi Iryanto.
Karena itu dia mengimbau agar wisatawan saat liburan di pantai kawasan Banten mematuhi dan lebih memperhatikan larangan berenang di zona merah.
Terutama menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2022 yang biasanya banyak wisatawan datang.
“Patuhi aturan yang sudah dilarang. Apalagi menjelang libur natal dan tahun baru diprediksi banyak wisatawan menghabiskan waktunya untuk ke pantai,” pungkas Budi Iryanto.
Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.
TODAY TAGRS Mandaya Royal Puri menjadi salah satu fasilitas kesehatan di Indonesia yang menerapkan Selective Internal Radiation Therapy (SIRT) Y-90 untuk penanganan kanker hati.
PT Selaras Jaya Sakti, distributor resmi produk marine coating dan protective coating dari merek International Paint (AkzoNobel), memperkuat jaringan bisnis dan kedekatan dengan mitra industri di wilayah Banten.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews