Bus ke Baduy Tarif Rp 1 Berlaku Terbatas, Hanya Akhir Pekan Selama Sebulan
Senin, 27 April 2026 | 07:36
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten meluncurkan program pembayaran berbasis QRIS untuk akses transportasi menuju kawasan wisata Baduy.
TANGERANGNEWS.com-Selama dua tahun terakhir, tercatat 40 persen kecelakaan laut di kawasan Provinsi Banten terjadi karena wisatawan terseret ombak bahkan hingga tenggelam saat bertamasya di obyek wisata patai.
Penyebab utamanya yakni karena wisatawan tidak memperhatikan zona merah atau area larangan berenang yang dipasang di pantai.
“Kebanyakan laka laut bukan dari kapal melainkan para wisatawan berenang di zona merah yang memang dilarang melewati jalur tersebut,” kata Komandan Pangkalan TNI AL (Danlanal) Banten, Kolonel Laut Budi Iryanto seperti dilansir dari Selatsunda, Minggu 21 November 2021.
Adapun kasus kecelakaan laut tersebut kerap terjadi di obyek wisata yang banyak dipadati wisatawan, seperti Pantai Anyer, Carita dan Pantai Bayah.
“Tapi kebanyakan di Anyer kejadian terbanyak wisatawan terseret ombak,” kata Budi Iryanto.
Karena itu dia mengimbau agar wisatawan saat liburan di pantai kawasan Banten mematuhi dan lebih memperhatikan larangan berenang di zona merah.
Terutama menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2022 yang biasanya banyak wisatawan datang.
“Patuhi aturan yang sudah dilarang. Apalagi menjelang libur natal dan tahun baru diprediksi banyak wisatawan menghabiskan waktunya untuk ke pantai,” pungkas Budi Iryanto.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten meluncurkan program pembayaran berbasis QRIS untuk akses transportasi menuju kawasan wisata Baduy.
TODAY TAGJagat media sosial dihebohkan dugaan pemerkosaan yang menimpa seorang bocah perempuan berinisial D di wilayah Cipondoh, Kota Tangerang.
Memasuki lanjutan kompetisi BRI Super League 2025/26, Persita Tangerang akan menghadapi lawan berat saat bertandang ke markas Borneo FC di Stadion Segiri, Samarinda, Selasa, 5 Mei 2026, malam pukul 19.00 WIB.
Sejarah dari seluruh masyarakat yang ada hingga sekarang adalah sejarah perjuangan kelas." Kalimat pembuka Karl Marx dalam Manifesto Komunis (1848) ini sering kali dianggap sebagai peninggalan masa lalu yang tak lagi relevan.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews