Connect With Us

Akupunktur Jadi Solusi Alternatif Bantu Kesuburan Pasangan

Fahrul Dwi Putra | Rabu, 8 Januari 2025 | 18:07

Ilustrasi akupuntur (@TangerangNews / Istimewa)

TANGERANGBEWS.com- Akupunktur, sebuah metode pengobatan tradisional yang telah digunakan selama ribuan tahun, kini semakin populer sebagai terapi pendukung untuk membantu pasangan yang ingin memiliki anak. 

Metode ini menggunakan pendekatan yang menghubungkan tubuh dan pikiran, sehingga meningkatkan peluang kehamilan.  

Dokter Spesialis Akupunktur Bethsaida Hospital Serang dr. Suci Purnama, Sp.Ak, menjelaskan, akupunktur memberikan dampak positif pada kesehatan reproduksi. Sebab, terapi ini bekerja ke tiga faktor utama yang memengaruhi kesuburan, yakni meningkatkan aliran darah ke organ reproduksi, menyeimbangkan hormon, dan mengurangi stres.

"Semua ini berperan penting dalam menciptakan lingkungan yang optimal bagi terjadinya kehamilan," ujarnya.

Stimulasi titik-titik tertentu dengan jarum halus mampu menciptakan lingkungan yang ideal untuk terjadinya kehamilan secara alami. Selain itu, akupunktur juga berkontribusi pada perbaikan kualitas sperma dan sel telur, sehingga peluang pembuahan menjadi lebih besar.  

Untuk pasangan yang menjalani program bayi tabung (IVF) atau inseminasi buatan (IUI), akupunktur dapat menjadi pendamping terapi medis modern yang efektif. 

"Dengan mengkombinasikan metode tradisional dan medis modern, peluang keberhasilan kehamilan dapat meningkat signifikan," bebernya. 

Lebih lanjut, dr. Suci menyebut persiapan terapi akupunktur perlu dilakukan selama tiga bulan sebelum tindakan IVF sangat dianjurkan. Hal ini karena proses pematangan sel telur dan persiapan rahim membutuhkan waktu yang cukup agar hasilnya maksimal.  

Teknik akupunktur yang diterapkan dalam mendukung kesuburan meliputi stimulasi titik fertilitas, penggunaan akupunktur elektro, serta moksibusi. 

Semua teknik ini dirancang untuk memperlancar aliran energi tubuh, meningkatkan sirkulasi darah, dan mempersiapkan sistem reproduksi dengan baik.  

Oleh karena itu, Bethsaida Hospital Serang hadir dengan Klinik Akupunktur yang menawarkan layanan komprehensif untuk mendukung kebutuhan pasien. Didukung oleh tenaga ahli yang berpengalaman, fasilitas modern, dan suasana perawatan yang nyaman, klinik ini berkomitmen memberikan solusi terbaik bagi pasangan yang mendambakan buah hati. 

Direktur Bethsaida Hospital Serang dr. Tirtamulya mengatakan, layanan ini adalah wujud nyata komitmen rumah sakit dalam membantu pasien mencapai kesehatan yang seimbang dan mendukung perjalanan mereka menuju kehamilan yang sukses.  

"Klinik Akupunktur kami merupakan wujud komitmen kami dalam memberikan pelayanan kesehatan terbaik," tutupnya.

KAB. TANGERANG
Tinggalkan Rekan Diamuk Massa hingga Tewas, Buronan Kasus Begal di Legok Tertangkap

Tinggalkan Rekan Diamuk Massa hingga Tewas, Buronan Kasus Begal di Legok Tertangkap

Sabtu, 1 Agustus 2026 | 18:53

Pelarian pria berinisial GJ, 25, pelaku begal sepeda motor yang sempat lolos dari amuk massa di Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang, akhirnya terhenti.

KOTA TANGERANG
729 Pelaku Curanmor di Wilayah Hukum Polda Metro Jaya Diringkus, Terbanyak di Kota Tangerang

729 Pelaku Curanmor di Wilayah Hukum Polda Metro Jaya Diringkus, Terbanyak di Kota Tangerang

Sabtu, 1 Agustus 2026 | 19:50

Jajaran Kepolisian di wilayah hukum Polda Metro Jaya membongkar maraknya kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang masih didominasi oleh modus klasik menggunakan kunci T.

PROPERTI
Peritel Makin Selektif Pilih Lokasi Usaha, Summarecon Serpong Perkuat Ekosistem Kawasan

Peritel Makin Selektif Pilih Lokasi Usaha, Summarecon Serpong Perkuat Ekosistem Kawasan

Kamis, 30 Juli 2026 | 19:54

Besarnya arus kendaraan di suatu kawasan dinilai tidak lagi menjadi satu-satunya tolok ukur utama bagi pelaku usaha ritel dalam menentukan lokasi ekspansi bisnis.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill