Connect With Us

APINDO Curhat ke Gubernur Banten, Harga Gas hingga Perizinan Jadi Masalah Serius

Rangga Agung Zuliansyah | Sabtu, 20 September 2025 | 19:53

Gubernur Banten Andra Soni dialog dalam CEO Gathering APINDO Banten di Aula Jatake 6 PT Paragon Technology and Innovation, Kawasan Industri Jatake, Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, Jumat 19 September 2025. (@TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)

TANGERANGNEWS.com-Para pelaku usaha di Provinsi Banten menyampaikan keluhan dan tantangan yang mereka hadapi kepada Gubernur Andra Soni.

Dalam acara CEO Gathering APINDO Banten yang diadakan di PT Paragon Technology and Innovation, Kabupaten Tangerang, pada Jumat 19 September 2025, para pengusaha secara langsung memaparkan berbagai kendala yang mereka hadapi.

Ketua Bidang Perdagangan DPP APINDO Anne Patricia Sutanto menyoroti sejumlah masalah krusial yang dinilai menghambat daya saing.

Beberapa di antaranya adalah tingginya harga gas industri, rumitnya prosedur perizinan, biaya logistik yang mahal, dan isu infrastruktur jalan.

Menurut Anne, meskipun pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal II 2025 mencapai 5,12 persen dan melebihi ekspektasi, Banten menghadapi tantangan serius.

Hal ini bahkan membuat sekitar 44,56 persen dunia usaha tidak berencana melakukan ekspansi dalam lima tahun mendatang.

"Tidak hanya angka, pertumbuhan ekonomi juga harus terdistribusi secara merata," tegasnya.

Ketua DPD APINDO Banten, Tomi Rahmatullah menambahkan dialog ini menjadi kesempatan berharga untuk mencari solusi bersama. Sinergi antara pemerintah dan dunia usaha sangat dibutuhkan. 

"Banten memiliki potensi besar, yakni termasuk jumlah penduduk yang masuk lima besar nasional dan kontribusi 80% PDRB dari sektor industri. Diharapkan permasalahan ini bisa segera diatasi," katanya.

Menanggapi keluhan tersebut, Gubernur Banten Andra Soni menyatakan kesiapannya untuk berkolaborasi dan mencari solusi. Ia mengaku sangat membutuhkan masukan dari para pelaku usaha.

"Bagaimana kita bisa memperkuat dan mempercepat pertumbuhan ekonomi di Indonesia khususnya Provinsi Banten," ujarnya.

Andra Soni memaparkan laju pertumbuhan ekonomi (LPE) Provinsi Banten pada triwulan II tahun 2025 mencapai 5,33 persen. Sedangkan realisasi investasi sudah mencapai Rp60,7 triliun atau 60 persen dari target Rp119 triliun.

“Swasta sangat berperan dalam pembangunan,” tegasnya. 

Untuk itu, menegaskan komitmennya untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif, serta menekankan pentingnya menjaga kawasan industri dari gangguan, seperti pungutan liar dan premanisme.

"Kami siap bantu," katanya, seraya mengimbau para pelaku industri untuk tidak ragu melapor jika menemukan masalah.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

AYO! TANGERANG CERDAS
Pemprov Banten Prioritaskan Jurusan Berbasis AI dan Industri di SMK

Pemprov Banten Prioritaskan Jurusan Berbasis AI dan Industri di SMK

Rabu, 15 Juli 2026 | 19:47

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten menyiapkan evaluasi sejumlah program keahlian di sekolah menengah kejuruan (SMK) untuk menyesuaikan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan teknologi.

TEKNO
Yuk Ikut Kompetisi Video Kreatif Telkomsel, Boleh Pakai AI dan Berhadiah Gadget 5G

Yuk Ikut Kompetisi Video Kreatif Telkomsel, Boleh Pakai AI dan Berhadiah Gadget 5G

Senin, 13 Juli 2026 | 21:25

Telkomsel Jabotabek menggelar Telkomsel 5G Video Competition, sebuah ajang kreatif bagi masyarakat umum, pelajar, hingga mahasiswa untuk mengekspresikan perspektif mereka melalui karya video inspiratif.

OPINI
Gemar dan Gamas: Solusi Nyata atau Sekadar Seremonial Fenomena Fatherless?

Gemar dan Gamas: Solusi Nyata atau Sekadar Seremonial Fenomena Fatherless?

Kamis, 16 Juli 2026 | 18:33

Kesibukan ayah mencari nafkah saat ini secara tidak langsung telah mengikis perannya sebagai pendidik dan pelindung keluarga. Hari ini banyak anak-anak yang merasa kehilangan sosok ayahnya, baik secara fisik maupun psikis.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill