Hunian Berdesain Jepang di BSD Jadi Incaran Generasi Muda, Terjual 90% dalam Sebulan
Selasa, 9 Juni 2026 | 16:06
Tren pasar properti nasional di tahun 2026 masih didominasi oleh tingginya minat masyarakat terhadap hunian tapak (landed house).
TANGERANGNEWS.com-Badan Pusat Statistik mencatat sebanyak 13 persen warga Indonesia memiliki Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Dari jumlah itu sekitar 400.000 di antaranya berada di wilayah Banten.
Hal itu dikatakan Gubernur Banten Andra Soni, Senin 30 Maret 2026. Menurutnya, masih banyak RTLH di Provinsi Banten yang membutuhkan perbaikan dan tersebar di beberapa daerah, seperti Kabupaten Lebak, Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Serang.
"Secara total mungkin kita masih di atas 400 ribuan. Kita akan berkomunikasi dengan masing-masing kepala daerah untuk mengatasi permasalahan ini," jelasnya.
Andra mengungkapkan sekitar 5.000 rumah di provinsi Banten akan diperbaiki oleh Pemerintah Pusat melalui Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) pada Tahun 2026.
"Dari 400.000 RTLH yang akan diperbaiki di seluruh Indonesia, alhamdulillah Provinsi Banten mendapatkan kuota untuk perbaikan sekitar 5.000 unit," ungkapnya.
Andra menuturkan, jumlah tersebut mengalami peningkatan dibandingkan dengan tahun 2025. "Tahun lalu cuma sekitar 1.000, jadi meningkat 4000 rumah," tutupnya.
Tren pasar properti nasional di tahun 2026 masih didominasi oleh tingginya minat masyarakat terhadap hunian tapak (landed house).
TODAY TAGIndustri makanan dan minuman nasional, khususnya sektor minuman kemasan, terus menunjukkan resiliensinya sebagai salah satu tulang punggung manufaktur di Indonesia.
Bandara Internasional Soekarno-Hatta melakukan efisiensi pada fase kepulangan jemaah haji Tahun 1447 H/2026 M, yang berlangsung mulai 1 hingga 30 Juni 2026.
SD Negeri Pulo Panjang 2 di Kecamatan Pulo Ampel, Kabupaten Serang, mulai merasakan perubahan sarana pendidikan melalui program BRIDGE (Banten Renewable Island Development for Global Education).
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews