Connect With Us

400 Ribu Warga Banten Tinggal di Rumah Tidak Layak Huni

Muhamad Yusri Hidayat | Senin, 30 Maret 2026 | 20:19

Pemukiman kumuh di Dadap, Kosambi, Tangerang. (@TangerangNews / Istimewa)

‎TANGERANGNEWS.com-Badan Pusat Statistik mencatat sebanyak 13 persen warga Indonesia memiliki Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Dari jumlah itu sekitar 400.000 di antaranya berada di wilayah Banten.

Hal itu dikatakan Gubernur Banten Andra Soni, Senin 30 Maret 2026. ‎Menurutnya, masih banyak RTLH di Provinsi Banten yang membutuhkan perbaikan dan tersebar di beberapa daerah, seperti Kabupaten Lebak, Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Serang. 

‎"Secara total mungkin kita masih di atas 400 ribuan. Kita akan berkomunikasi dengan masing-masing kepala daerah untuk mengatasi permasalahan ini," jelasnya.

‎Andra mengungkapkan sekitar 5.000 rumah di provinsi Banten akan diperbaiki oleh Pemerintah Pusat melalui Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) pada Tahun 2026.

‎"Dari 400.000 RTLH yang akan diperbaiki di seluruh Indonesia, alhamdulillah Provinsi Banten mendapatkan kuota untuk perbaikan sekitar 5.000 unit," ungkapnya. 

‎Andra menuturkan, jumlah tersebut mengalami peningkatan dibandingkan dengan tahun 2025. "Tahun lalu cuma sekitar 1.000, jadi meningkat 4000 rumah," tutupnya.

SPORT
Spanyol Rebut Gelar dari Argentina, Ferran Torres Akhiri Perlawanan Tim Tango di Final Piala Dunia 2026

Spanyol Rebut Gelar dari Argentina, Ferran Torres Akhiri Perlawanan Tim Tango di Final Piala Dunia 2026

Senin, 20 Juli 2026 | 07:04

Spanyol berhasil merebut trofi Piala Dunia 2026 setelah menaklukkan juara bertahan Argentina dengan skor tipis 1-0 pada laga final yang berlangsung di New Jersey, Amerika Serikat, Senin, 20 Juli 2026, dini hari WIB.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

NASIONAL
Menaker Tegaskan AI Bukan Penyebab Utama PHK

Menaker Tegaskan AI Bukan Penyebab Utama PHK

Selasa, 28 Juli 2026 | 20:15

Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence /AI) kerap dianggap sebagai ancaman hilangnya lapangan pekerjaan.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill