Connect With Us

Campak pada Anak Jangan Dianggap Sepele, Ini Gejala Risiko dan Cara Mencegahnya

Fahrul Dwi Putra | Jumat, 17 April 2026 | 07:26

Ilustrasi campak pada anak (@TangerangNews / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com- Campak masih menjadi ancaman kesehatan yang perlu mendapat perhatian serius, khususnya pada anak-anak.

Penyakit yang juga dikenal sebagai morbili ini mudah menular dan berpotensi menimbulkan dampak berat jika tidak ditangani dengan tepat sejak awal.

Virus penyebab campak menyebar melalui percikan ludah saat penderita batuk atau bersin. Tidak hanya itu, virus ini juga mampu bertahan di udara hingga dua jam setelah penderita meninggalkan ruangan, sehingga penularan sangat mudah terjadi, terutama di area tertutup.

Gejala campak tidak langsung muncul dalam bentuk ruam. Pada fase awal yang berlangsung sekitar dua hingga empat hari, anak biasanya mengalami demam tinggi disertai batuk, pilek, serta mata merah. 

Dalam beberapa kasus, muncul tanda khas berupa bercak di bagian dalam pipi yang dikenal sebagai Koplik Spots.

Setelah itu, barulah muncul ruam kemerahan yang berawal dari area belakang telinga lalu menjalar ke wajah, leher, hingga seluruh tubuh.

Pada fase ini, suhu tubuh anak biasanya mencapai titik tertinggi dan bisa menyentuh 40 derajat, terutama pada hari kedua hingga ketiga sejak ruam muncul.

Seiring berjalannya waktu, ruam akan memudar dalam beberapa hari dan meninggalkan bekas kecoklatan sebelum akhirnya hilang sepenuhnya.

Di balik gejalanya yang umum, campak dapat berkembang menjadi kondisi yang lebih serius. Komplikasi seperti pneumonia, infeksi telinga, diare, hingga peradangan otak bisa terjadi, terutama pada anak dengan daya tahan tubuh rendah. 

Penanganan yang dilakukan umumnya bersifat suportif, meliputi penurunan demam, pemberian cairan, istirahat cukup, serta tambahan vitamin A.

Perlindungan paling efektif terhadap campak dilakukan melalui imunisasi MR/MMR. Vaksin ini terbukti mampu memberikan perlindungan hingga 93 persen setelah satu kali pemberian, dan meningkat menjadi 97 persen jika diberikan lengkap dua dosis.

Vaksinasi dianjurkan dimulai saat anak berusia 9 bulan, kemudian dilanjutkan pada usia 15 hingga 18 bulan, serta kembali diberikan saat anak berusia 5 sampai 7 tahun.

Dokter spesialis anak di Bethsaida Hospital Serang Nur Latifah Amilda menjelaskan, pemberian vaksin terlalu dini justru tidak memberikan hasil optimal karena pengaruh antibodi dari ibu.

“Jika vaksin diberikan terlalu dini, antibodi dari ibu bisa menetralisir vaksin sehingga kekebalan tidak terbentuk secara maksimal. Oleh karena itu, penting mengikuti jadwal imunisasi yang direkomendasikan,” jelasnya.

Bagi bayi yang belum memasuki usia vaksinasi, perlindungan tetap bisa dilakukan dengan menciptakan lingkungan yang aman. 

Salah satu pendekatan yang disarankan adalah memastikan orang-orang di sekitar bayi sudah mendapatkan imunisasi, sehingga membentuk perlindungan tidak langsung.

Menurut dr. Nur Latifah, bayi di bawah usia 9 bulan masih sangat bergantung pada perlindungan dari lingkungan karena belum bisa mendapatkan vaksin secara optimal.

"Dengan memastikan orang-orang terdekat sudah divaksin, kita membentuk perlindungan berlapis agar virus tidak sampai mengenai bayi,” tambahnya.

Langkah pencegahan lain yang tidak kalah penting adalah membatasi kontak bayi dengan orang yang sedang sakit, menghindari keramaian terutama di ruang tertutup, serta menjaga kebersihan diri dengan mencuci tangan dan mengganti pakaian setelah beraktivitas di luar.

Sebagai upaya mendukung kesehatan anak secara menyeluruh, Bethsaida Hospital Serang menyediakan layanan terpadu melalui Women & Children Center. 

Fasilitas ini meliputi pemeriksaan dokter spesialis anak, pemantauan tumbuh kembang, imunisasi lengkap, hingga penanganan berbagai penyakit infeksi.

Direktur Bethsaida Hospital Serang Tirtamulya Juandy menambahkan, pendekatan preventif menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan anak.

Kata dia, layanan yang terintegrasi ini dirancang untuk mendampingi orang tua dalam setiap tahap tumbuh kembang anak, mulai dari deteksi dini hingga penanganan medis yang tepat.

"Dengan dukungan fasilitas modern dan tim multidisiplin, kami berharap dapat memberikan perlindungan yang optimal serta meningkatkan kualitas kesehatan anak secara menyeluruh,” tutupnya.

PROPERTI
Peritel Makin Selektif Pilih Lokasi Usaha, Summarecon Serpong Perkuat Ekosistem Kawasan

Peritel Makin Selektif Pilih Lokasi Usaha, Summarecon Serpong Perkuat Ekosistem Kawasan

Kamis, 30 Juli 2026 | 19:54

Besarnya arus kendaraan di suatu kawasan dinilai tidak lagi menjadi satu-satunya tolok ukur utama bagi pelaku usaha ritel dalam menentukan lokasi ekspansi bisnis.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

HIBURAN
Peringati HAN 2026, Hotel Santika Indonesia Ajak 43 Anak Jadi General Manager Sehari

Peringati HAN 2026, Hotel Santika Indonesia Ajak 43 Anak Jadi General Manager Sehari

Rabu, 29 Juli 2026 | 16:10

Santika Indonesia Hotels & Resorts kembali menggelar program GM For A Day 2026 dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional.

WISATA
Festival Cisadane 2027 Bidik Target 10 Besar Karisma Event Nusantara

Festival Cisadane 2027 Bidik Target 10 Besar Karisma Event Nusantara

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:46

Penyelenggaraan Festival Cisadane 2026 Kota Tangerang resmi berakhir dengan antusiasme masyarakat yang meriah.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill