Connect With Us

Terinfeksi Gulma Berbahaya, 27 Ton Gandum Impor Australia Dimusnahkan Karantina Banten

Rangga Agung Zuliansyah | Rabu, 22 April 2026 | 23:15

Karantina Banten memusnahkan gulma Asphodelus Fistulosus yang ditemukan pada 27.000 ton komoditas biji gandum impor dari Australia. (@TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)

TANGERANGNEWS.com-Badan Karantina Indonesia (Barantin) melalui Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Banten (Karantina Banten) memusnahkan gulma Asphodelus Fistulosus yang ditemukan pada 27.000 ton komoditas biji gandum impor dari Australia.

Pemusnahan Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK) golongan A1 itu dilakukan dengan metode pembakaran dengan tekanan di fasilitas insenerator Karantina Banten di Cilegon, Banten Rabu 22 April 2026.

Duma Sari, Kepala Karantina Banten menjelaskan Gulma Asphodelus fistulosus termasuk dalam kategori OPTK A1 yang belum terdapat di Indonesia dan memiliki risiko tinggi apabila sampai masuk dan menyebar.

"Oleh karena itu, setiap komoditas atau media pembawa yang terindikasi membawa OPTK wajib dikenai tindakan karantina pemusnahan,” ungkapnya.

Menurutnya, gulma tersebut terdeteksi melalui proses pemeriksaan karantina tumbuhan yang dilakukan secara ketat terhadap komoditas impor yang masuk ke wilayah Provinsi Banten melalui pelabuhan Cigading, Merak.

Dari hasil total pemasukan media pembawa gandum sebanyak 27.000.230 kilogram, petugas karantina melakukan proses penyortiran (cleaning).

Hasilnya petugas mendapati kontaminan berupa gulma Asphodelus fistulosus beserta material lainnya dengan total berat sekitar 150 kilogram.

Kemudia semuanya dimusnakan sesuai dengan peraturan yang berlaku dan memastikan tidak adanya potensi penyebaran gulma invasif ke lingkungan sekitar yang dapat mengancam ekosistem pertanian.

Duma menegaskan langkah yang ia ambil tersebut menjadi bagian penting dalam upaya perlindungan sektor pertanian dan ketahanan pangan nasional dari ancaman organisme asing berbahaya.

Pelaksanaan pemusnahan tersebut juga sesuai dengan UU No 21/2019 tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan, khususnya dalam hal pencegahan masuk, keluar, dan tersebarnya OPTK ke wilayah Indonesia.

“Secara karakteristik, gulma ini dikenal sebagai spesies invasif dengan kemampuan adaptasi tinggi serta penyebaran yang sangat cepat. Kehadirannya ini dapat menyebabkan persaingan dengan tanaman budidaya dalam memperebutkan unsur hara, air, dan cahaya yang dibutuhkan untuk pertumbuhan,” jelas Duma.

Dampak yang ditimbulkan tidak hanya berupa penurunan produktivitas pertanian, tetapi juga meningkatnya biaya pengendalian gulma baik bagi petani maupun pemerintah.

Selain itu, keberadaan gulma invasif ini berpotensi mengganggu keseimbangan ekosistem serta menekan keanekaragaman hayati lokal.

Lebih jauh, keberadaan OPTK juga dapat berdampak pada sektor perdagangan internasional.

Komoditas ekspor yang terindikasi terkontaminasi organisme pengganggu berisiko menghadapi hambatan teknis di negara tujuan ekspor, sehingga dapat menurunkan daya saing komoditas Indonesia di pasar global.

Ia menegaskan bahwa langkah tegas tersebut sebagai langkah preventif untuk mencegah masuk dan tersebarnya OPTK yang berpotensi merugikan pertanian.

Sekaligus sebagai komitmen tegas dalam memperkuat pengawasan lalu lintas media pembawa OPTK serta melaksanakan tindakan karantina secara konsisten guna melindungi sumber daya alam hayati, menjaga keamanan pangan, serta mendukung kedaulatan pertanian Indonesia.

PROPERTI
Paramount Petals: Kota Mandiri yang Terencana, Berkelanjutan, dan Berwawasan Lingkungan untuk Masa Kini dan Generasi Mendatang

Paramount Petals: Kota Mandiri yang Terencana, Berkelanjutan, dan Berwawasan Lingkungan untuk Masa Kini dan Generasi Mendatang

Rabu, 22 April 2026 | 16:50

Salah satu kota mandiri di Tangerang, Paramount Petals dibangun dengan perencanaan matang di berbagai aspek, mulai dari lingkungan, keberlanjutan, hingga kenyamanan hidup

BANDARA
Haji 2026, Injourney Airports Hadirkan Layanan Mecca Route hingga Embarkasi Terintegrasi

Haji 2026, Injourney Airports Hadirkan Layanan Mecca Route hingga Embarkasi Terintegrasi

Selasa, 21 April 2026 | 22:00

Kantor Regional I PT Angkasa Pura Indonesia (Injourney Airports) menyatakan kesiapan penuh untuk melayani keberangkatan jemaah haji tahun 1447H/2026.

TANGSEL
Pernah Kehilangan Motor di Tangsel? Segera Cek ke Polres, Ambilnya Gratis Tanpa Biaya

Pernah Kehilangan Motor di Tangsel? Segera Cek ke Polres, Ambilnya Gratis Tanpa Biaya

Rabu, 22 April 2026 | 13:32

Bagi masyarakat yang menjadi korban pencurian kendaraan bermotor di wilayah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) dapat mendatangi polres setempat untuk mengecek keberadaanya.

OPINI
Mengapa Mengurus Negara Butuh Lebih dari Sekadar Nyali?

Mengapa Mengurus Negara Butuh Lebih dari Sekadar Nyali?

Senin, 20 April 2026 | 19:56

-Belakangan ini, ruang publik kita diwarnai oleh narasi yang cukup mengusik logika akademik: mengurus negara konon tak bisa hanya mengandalkan "ilmu buku".

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill