TANGERANGNEWS.com-Menikmati secangkir kopi hangat kini tidak hanya sekadar soal rasa, tetapi juga tentang merayakan kesetaraan.
Di kawasan Lippo Karawaci, tepatnya di Ruko Palais de Europe, Jl. Trocadero, Panunggangan Barat, Kota Tangerang, hadir Bisa Cafe, sebuah ruang kuliner inspiratif yang sepenuhnya dijalankan dan didedikasikan untuk memberdayakan para penyandang disabilitas.
Bukan sekadar tempat bersantap biasa, kafe inisiatif Yayasan Karya Insan Sejahtera (Precious One) ini membuktikan bahwa disabilitas bukanlah halangan untuk berkarya secara profesional.
Di balik meja kasir, dapur, hingga mesin espresso, para pekerja difabel menunjukkan kompetensi tinggi yang siap bersaing.
Rosalyna, Partnership and Impact Development Bisa Cafe menjelaskan bahwa kafe ini sengaja dirancang sebagai jembatan interaksi langsung antara penyandang disabilitas dan masyarakat luas.
"Selama ini kami membuat berbagai produk, tetapi belum banyak kesempatan bagi teman-teman disabilitas untuk berinteraksi dengan masyarakat. Karena itu kami membuka Bisa Cafe agar pengunjung bisa melihat langsung bagaimana mereka bekerja secara profesional," ujar Lina dikutip Minggu 26 Juli 2026.
Saat ini, sejumlah penyandang disabilitas berperan sebagai staf dapur, barista, pelayan, hingga kasir.
Seluruh proses rekrutmen dilakukan secara profesional, layaknya perusahaan pada umumnya, sehingga setiap pekerja memiliki kesempatan yang sama untuk menunjukkan kompetensinya.
Tak hanya membuka lapangan pekerjaan, Bisa Cafe juga mengusung tiga pilar utama, yakni pemberdayaan, edukasi, dan kepedulian terhadap lingkungan.
Melalui edukasi, masyarakat diajak melihat bahwa karya penyandang disabilitas layak diapresiasi karena kualitasnya, bukan karena rasa iba.
Pengunjung yang datang disuguhkan berbagai pengalaman menarik. Selain menikmati menu makanan lokal segar yang diolah setiap hari, kafe ini juga berfungsi sebagai galeri seni.
Berbagai produk kerajinan tangan berkualitas tinggi seperti aksesori, suvenir, hingga lukisan karya penyandang disabilitas dipajang dan dipasarkan di sini.
Sebagai pelengkap relaksasi, Bisa Cafe juga menyediakan layanan terapi pijat profesional yang ditangani langsung oleh terapis tunanetra.
Melalui kehadiran kafe ini, Lina berharap masyarakat dapat memandang penyandang disabilitas dari sudut pandang yang setara dan penuh apresiasi.
"Kami ingin masyarakat datang bukan karena kasihan, tetapi karena percaya pada kualitas produk dan pelayanan yang kami berikan. Ketika itu terjadi, maka kesempatan bagi teman-teman disabilitas untuk terus berkarya akan semakin besar," pungkasnya.