Connect With Us

Polisi Bongkar Industri Rumahan Tembakau Sintetis di Tangsel, Modal Rp21 Juta Jadi Rp1 Miliar

Rangga Agung Zuliansyah | Selasa, 15 September 2026 | 11:56

Barang bukti tembakau sintetis produksi rumahan yang diamannkan di kawasan Kota Tangsel. (Istimewa / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com-Polres Metro Jakarta Barat membongkar praktik produksi rumahan (home industry) tembakau sintetis di kawasan Kota Tangerang Selatan (Tangsel).

Dari pengungkapan tersebut, polisi menemukan fakta bahwa pelaku mengolah 15 gram bahan baku sintetis seharga Rp21 juta menjadi sekitar 1 Kg tembakau sintetis dengan nilai mencapai Rp1 miliar.

"Dari 15 gram bahan sintetis, para tersangka disebut dapat menghasilkan sekitar 500 mililiter cairan sintetis. Cairan tersebut kemudian digunakan untuk memproduksi sekitar 900 gram hingga satu kilogram tembakau sintetis," kata Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Barat AKBP Vernal A. Sambo dikutip Selasa 15 September 2026.

Vernal mengatakan bahan sintetis tersebut diperoleh melalui salah satu akun Instagram berinisial CR dengan harga Rp21 juta.

Pembelian bahan itu dilakukan menggunakan uang patungan tersangka NK, AL, dan seorang berinisial II yang kini masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

"Cairan tersebut selanjutnya dijual oleh tersangka NK dengan harga Rp500 ribu untuk setiap 5 mililiter," kata Vernal.

Berdasarkan keterangan para tersangka, produksi cairan hingga tembakau sintetis tersebut telah dilakukan sebanyak dua kali, yakni pada Juni dan Agustus 2026.

Dalam pengembangan kasus ini, polisi menangkap empat tersangka yakni MR, 25, IN, 26, NK, 26, dan AL.

MR, IN, dan NK ditangkap pada Senin 7 September 2026, sekitar pukul 16.30 WIB di kawasan perumahan U-Ville Bintaro Jaya, Kota Tangsel.

Sementara AL ditangkap di rumahnya yang berada di kawasan Pondok Aren, Kota Tangsel.

Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Nasriadi membenarkan pengungkapan industri rumahan tersebut. "Ya benar, kami berhasil melakukan pengungkapan home industry (industri rumahan) narkotika jenis tembakau sintetis," kata Nasriadi.

Polisi menduga MR dan IN tidak hanya membantu proses pembuatan cairan sintetis. Keduanya juga disebut membeli 50 mililiter cairan dari NK seharga Rp4 juta.

Cairan tersebut kemudian diduga diolah kembali oleh MR dan IN menjadi tembakau sintetis untuk diedarkan kepada pihak lain dengan tujuan mendapatkan keuntungan.

Dalam penggeledahan, polisi menyita 62 botol berbagai ukuran yang berisi cairan sintetis serta sejumlah paket tembakau sintetis.

Selain itu, petugas turut mengamankan satu paket sabu dengan berat netto 0,11 gram, alat isap sabu, gelas takar, alat suntik, botol semprot, tiga timbangan digital, dan empat unit telepon seluler.

Polisi masih mengembangkan kasus tersebut. Penyidik juga memburu II yang telah masuk DPO serta mendalami kemungkinan adanya pihak lain yang berkaitan dengan produksi maupun peredaran bahan sintetis.

Keempat tersangka bersama barang bukti telah diamankan di Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Barat untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Dalam perkara ini, penyidik menerapkan Pasal 610 ayat (2) huruf a dan/atau Pasal 609 ayat (2) huruf a UU No 1/2023 tentang KUHP sebagaimana disesuaikan melalui UU No 1/2026 tentang Penyesuaian Pidana.

Polisi juga menerapkan ketentuan UU No 35/2009 tentang Narkotika sebagaimana telah disesuaikan melalui UU No 1/2026.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

TEKNO
Hadapi Tantangan Industri Ritel, Aprindo Gandeng UBM Serpong Kembangkan Data Sains dan AI

Hadapi Tantangan Industri Ritel, Aprindo Gandeng UBM Serpong Kembangkan Data Sains dan AI

Rabu, 9 September 2026 | 19:46

Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) berkolaborasi dengan Universitas Bunda Mulia (UBM) dalam pengembangan inovasi serta pemanfaatan data science dan artificial intelligence (AI) di sektor ritel.

NASIONAL
Suahasil Nazara Jadi Menkeu, Mengaku Baru Ditelepon Istana Pagi Sebelum Dilantik Sore

Suahasil Nazara Jadi Menkeu, Mengaku Baru Ditelepon Istana Pagi Sebelum Dilantik Sore

Senin, 14 September 2026 | 16:46

Suahasil Nazara mengaku baru mendapat informasi untuk menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan pada Senin, 14 September 2026, pagi. Ia kemudian menghadap Presiden Prabowo Subianto sebelum dilantik di Istana Negara, Jakarta.

HIBURAN
Rasakan Sensasi Petualangan Antariksa di Mal Ciputra Tangerang

Rasakan Sensasi Petualangan Antariksa di Mal Ciputra Tangerang

Selasa, 15 September 2026 | 11:35

Ingin mengajak buah hati merasakan pengalaman seru menjelajahi luar angkasa tanpa harus meninggalkan bumi? Mal Ciputra Tangerang menghadirkan acara menarik bertajuk ASTROBOTS ADVENTURE yang berlangsung mulai 12 September hingga 11 Oktober 2026.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill