TANGERANGNEWS.com-Aliran Sungai Cimanceuri yang berlokasi di kawasan Milenium perbatasan Desa Budi Mulya, Kecamatan Cikupa dan Matagara, Kecamatan Tigaraksa menghitam hingga menimbulkan aroma bau tidak sedap.
Diduga perubahan warna dan abu sungai akibat tercemar limbah industri yang berada di kawasan tersebut.
Muhammad Ari, salah satu warga Desa Budi Bulya, Kecamatan Cikupa, mengatakan selama beberapa minggu, air yang berada di aliran Sungai Cimanceuri menghitam serta mengalami penyusutan akibat kemarau ekstrem.
"Sudah beberapa minggu ini Air Sungai menyusut, lalu berubah warna menjadi hitam pekat. Bahkan, mengeluarkan aroma bau yang sangat tidak sedap," katanya, Senin 14 September 2026.
Menurutnya, limbah hasil aktivitas Industri di kawasan Milenium menjadi penyebab tercemarnya air di aliran Sungai Cimanceuri.
"Kayanya terkontaminasi oleh limbah industri, soalnya airnya hitam banget dan bau banget," tambahnya.

Sementara itu, Ketua Aktivis Lingkungan Giat Peduli Lingkungan Indonesia (GPLI) Kabupaten Tangerang Ayi Abdullah meminta, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang harus bergerak cepat dan melakukan tindakan tegas terhadap para pelaku industri yang diduga mencemari Sungai Cimanceuri.
"KLH dan DLHK harus membuka, ada berapa industri yang diduga mencemari. Setelah itu, tindak tegas sesuai aturan yang berlaku tanpa pandang bulu, sehingga ada efek jera dan pelaku tidak akan mengulangi perbuatannya," tegasnya.
Di sisi lain, Kasi Pengawas dan Pengendalian Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Tangerang Sandy Nugraha menyebut hasil verifikasi pekan lalu menunjukkan salah satu industri di kawasan Milenium telah mencemari Sungai Cimanceuri.
Oleh karena itu, DlHK akan segera mengirimkan surat resmi kepada pengelola kawasan tersebut.
"Kita berencana mau menyuratin pihak kawasan millenium, karena hasil verifikasi awal minggu lalu sumbernya diduga dari industri di sana," katanya.
Langkah tersebut dilakukan guna mendapatkan data-data perusahaan yang berkontribusi menyebabkan Sungai Cimanceuri tercemar.
"Makanya kita mau minta informasi terkait industri yang masuk jalur Cimanceuri ini berkontribusi diduga mencemari, kita sudah dapat segmen areanya," tuturnya.