KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan
Senin, 7 September 2026 | 15:29
Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.
TANGERANGNEWS.com- Polda Banten memastikan jenazah pria tanpa identitas yang ditemukan di perairan Pulau Enggano, Bengkulu, merupakan Sukarman atau Surakman, 60, salah satu kru kapal cepat KM Arupadatu I yang hilang kontak di perairan Selat Sunda.
Identitas tersebut diperoleh melalui pencocokan DNA yang dilakukan tim Disaster Victim Investigation (DVI) Pusdokkes Polri terhadap data antemortem keluarga korban.
Kapolda Banten Irjen Pol Hengki mengatakan, hasil pemeriksaan DNA menunjukkan jenazah dengan kode PM/62/P.Enggano/01 secara genetik identik dengan Sukarman. Ia merupakan ayah biologis dari Yayat.
"Berdasarkan hasil pemeriksaan DNA operasi DVI Pusdokkes Polri terhadap jenazah yang ditemukan di Pulau Enggano, secara genetik dengan kode PM/62/P.Enggano/01, teridentifikasi sebagai Sukarman, ABK kapal yang merupakan ayah biologis dari Yayan (anak)," kata Hengki dalam konferensi pers, Rabu 23 September 2026.
Sukarman merupakan satu dari delapan orang yang berada di KM Arupadatu I saat kapal tersebut hilang kontak.
Kapal membawa lima jurnalis dan tiga kru yang berangkat dari Dermaga Pagedongan Carita, Kabupaten Pandeglang, sekitar pukul 14.00 WIB, Senin, 7 September 2026).
Rombongan tersebut berangkat untuk meliput aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) di perairan Selat Sunda.
Pencarian dilakukan tim gabungan selama beberapa hari hingga akhirnya pada Sabtu, 12 September 2026, atau hari kelima pencarian, aparat kepolisian di Bengkulu menemukan jenazah laki-laki tanpa identitas di perairan Sawang Bengkok, Desa Kahyapu, Kecamatan Enggano.
Jenazah kemudian diamankan dan dievakuasi menggunakan pesawat Cessna menuju Rumah Sakit Bhayangkara Polda Bengkulu untuk menjalani proses identifikasi.
Dalam proses tersebut, Dokkes Polda Banten berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mencocokkan data korban.
Dilansir dari Antara, Tim DVI mengumpulkan dan membandingkan data antemortem serta postmortem dari keluarga delapan orang yang dilaporkan hilang.
"Bidang Dokkes Polda Banten kemudian mengirimkan data antemortem dan postmortem dari kedelapan keluarga korban hilang kontak. Tim DVI bersama Kasubbid Dokkes Polri melakukan pencocokan data primer yang meliputi sidik jari, gigi, hingga tes DNA (Disaster Victim Investigation)," ujar Hengki.
Setelah identitas Sukarman dipastikan, jenazah rencananya dipulangkan dari Bengkulu ke Tangerang.
Jenazah akan diterbangkan menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta sebelum diserahkan kepada keluarga untuk dibawa ke rumah duka di Pandeglang.
"Jenazah akan diberangkatkan besok dari Dokkes Bengkulu menuju Bandara Soekarno-Hatta untuk selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga," kata Hengki.
Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.
TODAY TAGKematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
Satuan Reserse Narkoba Polresta Bandara Soekarno-Hatta membongkar jaringan peredaran rokok elektronik (vape) berisi zat berbahaya etomidate.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews