Connect With Us

Cekcok Gegara Dipaksa Naik Bus, Calon Penumpang Ditusuk Kernet Pakai Gunting di Serang, 2 Pelaku Ditangkap

Rangga Agung Zuliansyah, Muhamad Yusri Hidayat | Rabu, 7 Oktober 2026 | 22:12

Ilustrasi kernet bus ditangkap PJR Polda Metro Jaya usai tusuk calon penumpang dengan gunting akibat cekcok di Serang, Banten. (Gambar dibuat dengan AI) (Gemini AI / Rangga Agung Zuliansyah)

TANGERANGNEWS.com-Seorang calon penumpang menjadi korban pengeroyokan dan penusukan dua kernet bus di depan Indomaret RS Sari Asih, Kota Serang, Banten.

Kabidhumas Polda Banten Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea menjelaskan peristiwa itu terjadi pada Selasa 6 Oktober 2026, sekitar pukul 17.30 WIB. Awalnya korban bersama istrinya hendak menaiki bus menuju Cikarang, Jawa Barat.

Namun saat menyetop bus Asli Prima jurusan Bandung, oknum kernet bus diduga melakukan intimidasi dan memaksa sang istri untuk segera naik ke dalam bus.

Tidak terima istrinya diperlakukan secara kasar, korban pasang badan dengan menegur kernet bus tersebut.

"Cekcok mulut pun terjadi dan berubah menjadi aksi pengeroyokan hingga korban ditusuk menggunakan gunting pada bagian punggung belakang," katanya, Rabu 7 Oktober 2026.

Setelah menganiaya korban, kedua pelaku kabur menaiki bus menuju Gerbang Tol Serang Timur. 

Dengan kondisi tubuh bersimbah darah dan menahan sakit, korban meminta pertolongan warga sekitar. Kemudian warga melaporkan insiden itu ke petugas PJR Satlantas Polda Banten yang kebetulan sedang melintas di lokasi.

Aipda Deri dan Bripda Agus Munandar yang ketika itu bertugas merespons cepat laporan tersebut. Keduanya langsung melakukan pengejaran dan berhasil menghentikan bus Asli Prima tepat di depan Entrance GT Serang Timur.

Dua orang terduga pelaku yang diketahui berinisial AS, 28, dan IS, 29, langsung diamankan.

"Petugas juga menyita barang bukti berupa satu buah gunting yang diduga kuat digunakan untuk menusuk punggung korban," terang Maruli.

Usai diamankan, korban segera dievakuasi ke RS Bhayangkara untuk mendapatkan perawatan medis intensif atas luka tusuk yang dialaminya.

"Kasus ini kini telah diserahkan ke jajaran Satlantas dan Satreskrim Polresta Serang Kota untuk proses hukum lebih lanjut," pungkas Maruli.

TANGSEL
Pemkot Tangsel Berpacu dengan Waktu Bangun Venue Porprov VII Banten

Pemkot Tangsel Berpacu dengan Waktu Bangun Venue Porprov VII Banten

Kamis, 8 Oktober 2026 | 18:44

Persiapan venue pertandingan terus dikebut Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) menjelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VII Banten 2026 yang semakin dekat.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

TOKOH
KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

Senin, 7 September 2026 | 15:29

‎Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill