Connect With Us

Jelang Lebaran, Penggunaan Kemasan Bahan PP Melonjak untuk Mudik dan Logistik

Rangga Agung Zuliansyah | Senin, 9 Maret 2026 | 21:57

Chief Marketing Officer ALVAboard Christabelle Priscilla menunjukkan kemasan bahan PP untuk hampers dan paket kiriman, Senin 9 Maret 2026. (@TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)

TANGERANGNEWS.com-Momentum Ramadan menjadi salah satu pendorong utama aktivitas ekonomi nasional. Berdasarkan tren data Badan Pusat Statistik (BPS), konsumsi rumah tangga cenderung meningkat selama periode Ramadan, seiring naiknya permintaan produk makanan dan minuman, fesyen, hingga kebutuhan rumah tangga.

Peningkatan konsumsi ini berdampak langsung pada sektor logistik dan distribusi. Sejumlah pelaku industri logistik nasional juga mencatat adanya lonjakan aktivitas pengiriman selama periode Ramadan, terutama didorong oleh pertumbuhan e-commerce dan distribusi hampers.

ALVAboard, produsen cardboard dan PP corrugated asal Tangerang juga memproyeksikan kenaikan pemesanan boks kemasan berbahan polypropylene (PP Board) mencapai 140 ribu sejak awal Ramadan hingga Lebaran.

"Pemesanan secara perorangan biasanya pelaku UMKM untuk kirim paket atau pemudik untuk bawa barang, itu naik sekitar 20 persen dibanding Ramadan tahun lalu. Sedangkan untuk industri logistik seperti frozen food naik 30 persen," kata Christabelle Priscilla, Chief Marketing Officer ALVAboard, Senin 9 Maret 2026.

Christabelle menambahkan ukuran yang paling banyak dipakai yakni 70x50x40 sentimeter untuk membawa barang mudik. Kemasan ini sanggup menahan beban maksimal 50-70 Kg.

Sementara kemasan ukuran 40x20x20 sentimeter paling banyak digunakan untuk paket e-commerce.

"Pemesanan paling banyak masih di kawasan Jabodetabek. Untuk di Jawa dan luar pulau hanya sekitar 15 persen," terangnya.

Menurut Christabelle lonjakan ini selain dipengaruhi momen Ramadan juga meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap penggunaan kemasan PP yang tidak hanya ramah lingkungan, tapi juga tahan lama dan dapat digunakan berkali-kali (reusable).

"Konsumen sekarang mencari kemasan untuk menggandikan kardus. Mereka melihat kemasan tidak lagi sekadar pelindung produk, tetapi juga menjaga efisiensi biaya dan keberlanjutan," katanya.

 

Dorong Efisiensi Sekaligus Keberlanjutan

Selain efisiensi, tantangan lain yang muncul selama Ramadan adalah peningkatan limbah kemasan, terutama dari sektor makanan siap saji dan e-commerce.

Menjawab hal tersebut, ALVAboard mendorong pendekatan ekonomi sirkular melalui penggunaan material yang dapat digunakan ulang serta didaur ulang.

Perusahaan juga bekerja sama dengan mitra waste management untuk memastikan limbah kardus dapat dikumpulkan dan diproses kembali dalam siklus produksi.

Langkah ini sejalan dengan arah kebijakan pemerintah dalam mendorong pengelolaan sampah berkelanjutan, termasuk melalui program ekonomi sirkular yang juga didorong oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

"Supply chain yang kuat tidak hanya soal kecepatan distribusi, tetapi juga bagaimana industri mengelola dampak lingkungannya. Perencanaan kemasan harus mencakup seluruh siklus hidup produk," kata Christabelle.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

KOTA TANGERANG
Empat Bulan Jelang Porprov, KONI Kota Tangerang Gaspol Susun Strategi Pemenangan

Empat Bulan Jelang Porprov, KONI Kota Tangerang Gaspol Susun Strategi Pemenangan

Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:21

Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Tangerang serius menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Banten 2026 yang akan berlangsung di Kota Tangerang Selatan.

WISATA
Modal Rp100 Ribu Bisa Jajan Seharian! 120 UMKM Siap Manjakan Pengunjung Festival Cisadane 2026

Modal Rp100 Ribu Bisa Jajan Seharian! 120 UMKM Siap Manjakan Pengunjung Festival Cisadane 2026

Jumat, 24 Juli 2026 | 14:27

Festival Cisadane 2026 tak hanya menyuguhkan kemeriahan seni dan budaya, tapi juga menghadirkan panggung besar bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal untuk memperkenalkan produk unggulan mereka.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill