Makan Puas Kuliner Asia Rp188 Ribu, Ada Sushi dan Peking Duck di VIVERE Hotel
Selasa, 15 September 2026 | 14:46
VIVERE Hotel, ARTOTEL Curated menghadirkan pilihan makan siang akhir pekan melalui program “All Around Asia” di Yin & Yum All Day Dining.
TANGERANGNEWS.com-Pemerintah Kabupaten Tangerang bersama jajaran Polresta Tangerang mengambil langkah tegas dalam menjaga ketertiban menjelang puncak perayaan Tahun Baru 2026.
Masyarakat secara resmi diimbau untuk tidak melakukan aktivitas pawai atau konvoi kendaraan di jalan raya guna menjaga kondusifitas wilayah.
Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid mengajak seluruh lapisan warga untuk menghindari kerumunan massal yang berisiko mengganggu kelancaran lalu lintas dan keamanan publik.
ia menekankan agar momen pergantian tahun tidak dirayakan dengan aktivitas yang membahayakan diri sendiri maupun orang lain di jalan raya.
"Kami mengimbau masyarakat agar tidak menggelar pawai, baik menggunakan sepeda motor maupun mobil, termasuk melakukan aksi kebut-kebutan di jalan," tegas Maesyal Rasyid, Jumat 19 Desember 2025.
650 Personel Gabungan Siaga Penuh
Untuk mengawal kebijakan ini, sebanyak 650 personel gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, Satpol PP, hingga jajaran OPD terkait telah diterjunkan.
Pengamanan akan difokuskan pada titik-titik vital seperti tempat ibadah dan pusat perbelanjaan, objek wisata populer, ruas jalan dengan volume lalu lintas tinggi yang rawan kemacetan dan aksi balap liar.
Kapolresta Tangerang Andi Muhamad Indra Waspada menjelaskan bahwa operasi pengamanan ini akan berlangsung selama 14 hari, terhitung sejak hari ini hingga 2 Januari 2026.
Khusus pada malam puncak pergantian tahun, intensitas penjagaan akan ditingkatkan secara signifikan.
Ratusan personel gabungan akan disiagakan khusus untuk memantau pergerakan massa dan memastikan tidak ada aksi pawai yang masuk ke jalur-jalur protokol.
"Setiap harinya akan kita siagakan 178 personel gabungan, namun saat malam puncak tahun baru jumlahnya kita tambah menjadi 374 personel guna memastikan situasi tetap terkendali," tegasnya.
TODAY TAGVIVERE Hotel, ARTOTEL Curated menghadirkan pilihan makan siang akhir pekan melalui program “All Around Asia” di Yin & Yum All Day Dining.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews