Connect With Us

Sampah Malam Tahun Baru di Kabupaten Tangerang Capai 3.640 ton

Muhamad Yusri Hidayat | Kamis, 1 Januari 2026 | 21:43

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tangerang Ujat Sudrajat. (@TangerangNews / Muhamad Yusri Hidayat)

‎TANGERANGNEWS.com-Volume sampah tahun baru di wilayah Kabupaten Tangerang diperkirakan mencapai 3.640 ton, akibat tingginya aktivitas masyarakat.

Kepala Bidang Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Bahan Beracun Berbahaya (PSLB3) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Tangerang Hari Mahardika menyatakan bahwa jumlah itu meningkat sekitar 40 persen dibanding hari bisa.

‎"Harian biasanya sampah kita 2.600 ton per hari. Kalo malam tahun baru biasanya naik 40 persenan," ujarnya, Kamis 1 Januari 2026.

‎Ia menyebut bahwa lonjakan volume sampah dipicu oleh tingginya aktivitas masyarakat dan meningkatnya konsumsi selama perayaan pergantian tahun, khususnya di kawasan hiburan dan ruang publik.

‎"Ini berhubungan dengan peningkatan sampah sejenis rumah tangga di tempat hiburan dan rekreasi publik," ujarnya.

Sementara untuk mengatasi lonjakan volume sampah tersebut, DLH Kabupaten Tangerang menyiagakan 300 petugas kebersihan.

Mereka ditempatkan secara tersebar di berbagai titik pusat perayaan malam Tahun Baru, termasuk di Kawasan Pusat Pemerintahan Kabupaten Tangerang dan sejumlah area keramaian di wilayah pesisir utara Tangerang.

‎Kepala DLH Kabupaten Tangerang Ujat Sudrajat menerangkan, ratusan petugas kebersihan tersebut ditempatkan secara tersebar di berbagai titik pusat perayaan malam Tahun Baru, termasuk di Kawasan Pusat Pemerintahan Kabupaten Tangerang dan sejumlah area keramaian di wilayah pesisir utara Tangerang.

‎"Kalau untuk kawasan Citra Raya dan Gading Serpong itu ditangani oleh pengelola swasta, jadi itu cukup membantu kita," terang Ujat.

‎Selain itu, pihaknya juga menyiagakan sekitar 30 armada pengangkut sampah yang terdiri dari truk dan bentor.

‎Menurutnya, sampah pada malam Tahun Baru tersebut didominasi oleh sisa makanan atau food waste yang dikonsumsi oleh masyarakat.

‎"Otomatis dampak dari aktivitas masyarakat itu akan timbul sampah makanan, plastik dan semacamnya," tutur Ujat.

SPORT
Cerita Pelari Jawara Run 2026, Irsan Jauh-Jauh dari Sulawesi Jadi Finisher Pertama hingga Syahdan Ikut Lari untuk Terapi

Cerita Pelari Jawara Run 2026, Irsan Jauh-Jauh dari Sulawesi Jadi Finisher Pertama hingga Syahdan Ikut Lari untuk Terapi

Rabu, 28 Oktober 2026 | 11:22

Perjalanan jauh dari Sulawesi mengantarkan Irsan menjadi finisher pertama dalam PLN Mobile Jawara Run 2026 di Serang, Banten.

BANTEN
Andra Soni Susuri Kali Angke, Temukan Dua Penyebab Utama Banjir Tangerang

Andra Soni Susuri Kali Angke, Temukan Dua Penyebab Utama Banjir Tangerang

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 05:42

Gubernur Banten Andra Soni bersama Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo meninjau langsung kondisi Kali Angke menggunakan perahu

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

OPINI
Supervisi yang Membina, Bukan Sekadar Menilai

Supervisi yang Membina, Bukan Sekadar Menilai

Jumat, 30 Oktober 2026 | 18:29

Bagi sebagian guru, kata “supervisi” masih terdengar seperti jadwal ujian: tegang, penuh persiapan dadakan, lalu lega ketika selesai. Padahal supervisi dirancang untuk membantu guru bertumbuh. Jika hanya berhenti pada pengisian instrumen

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill