TANGERANGNEWS.com- Program pelatihan berbasis industri yang digagas Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Tangerang bersama PT ADIS Balaraja membuahkan hasil.
Pasalnya, peserta pelatihan yang menjalani praktik langsung menggunakan mesin industri di perusahaan tersebut hampir seluruhnya direkrut menjadi pegawai.
Kepala Disnaker Kabupaten Tangerang Rudi Lesmana mengatakan, pelatihan berbasis industri menjadi salah satu fokus pemerintah daerah untuk meningkatkan kompetensi masyarakat.
Program tersebut juga disebut sejalan dengan visi dan misi Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus mengurangi angka pengangguran.
"Kita kolaborasi dengan perusahaan sepatu yaitu PT ADIS Balaraja dan alhamdulillah hampir 100 persen lulusannya langsung diserap sebagai pegawai di sana. Tentu ini sejalan dengan arahan dari Pak Bupati untuk peningkatan kompetensi masyarakat dan pengentasan pengangguran," katanya.
Kepala UPTD BLK Disnaker Kabupaten Tangerang Bambang Dwi Purwanto mengatakan, keterlibatan perusahaan secara langsung dalam pelatihan memberikan pengalaman yang lebih sesuai dengan kebutuhan industri.
Peserta tidak hanya mendapatkan materi, tetapi juga berlatih menggunakan mesin yang dipakai dalam proses produksi.
"Pelatihan bisa digelar di kami, hanya saja, ruangan kelas untuk pelatihan ini sedang direvitalisasi. Jadi para peserta dilatih di PT ADIS. Para peserta kami yang seleksi dan pelatihan lansung di mesin PT ADIS Balaraja. Saya tegaskan juga hal ini gratis 100 persen," tegasnya.
Menurut Bambang, pelatihan tersebut diikuti peserta secara bergelombang sejak April hingga Agustus 2026.
Materi yang diberikan mencakup penggunaan mesin pemotongan, penjahitan, assembling dan lasting, stockfit hingga finishing.
"Ada 16 orang lebih per gelombang dan sudah 5 gelombang di tahun ini total 95 peserta dan alhamdulillah terserap 100 persen. Hanya satu orang mengundurkan diri karena menikah. Mereka dilatih oleh perusahaan langsung, satu orang harus bisa mesin pemotongan sampai finishing," jelasnya.
Bambang menyebut para peserta menjalani pelatihan langsung di lingkungan produksi PT ADIS Balaraja.
Skema tersebut membuat peserta terbiasa dengan mesin dan tahapan kerja yang digunakan perusahaan sebelum kemudian direkrut menjadi pegawai.