TANGERANGNEWS.com-Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang mencatat sedikitnya terdapat 666 kasus kebakaran di wilayahnya selama periode Juli hingga Oktober 2026.
Kepala BPBD Kabupaten Tangerang Achmad Taufik mengatakan peristiwa kebakaran di wilayahnya didominasi kebakaran lahan dan sampah yang mencapai 508 kasus. Sementara sisanya, merupakan kebakaran industri dan permukiman.
"Kebakaran industri dan lain-lain itu mencapai 158 kasus," ujar Taufik, Jumat 30 Oktober 2026.
Taufik menyebut, cuaca panas yang ekstrem memicu terjadinya kebakaran lahan ilalang atau sampah di Kabupaten Tangerang.
"Untuk kebakaran industri dan permukiman penyebab umumnya yaitu korsleting listrik," sebutnya.
Ia menambahkan, wilayah dengan kasus kebakaran terbanyak di Kabupaten Tangerang meliputi Kecamatan Balaraja, Curug serta Rajeg dengan masing-masing 36 kasus.
Adapun total kerugian materiil akibat 606 kasus kebakaran tersebut ditaksir mencapai ratusan miliar.
Nilai kerugian itu merupakan akumulasi dari kerusakan bangunan, fasilitas usaha, hingga barang-barang milik warga dan perusahaan yang terdampak kebakaran.
"Kerugian total di atas Rp100 miliar," ungkap Taufik.
Selain itu, Taufik turut menyoroti adanya kelalaian dalam menjalankan sistem mitigasi yang mengakibatkan tingginya angka kebakaran industri di Kabupaten Tangerang.
Menurutnya, mayoritas perusahaan industri yang mengalami kebakaran di Kabupaten Tangerang belum mematuhi standar keselamatan dan kesehatan kerja (K3).
"Bukan hanya yang terbakar, perusahaan yang nggak terbakar yang rata-rata tidak mematuhi mereka males mengurus mengurus proteksi kebakaran," jelasnya.